Berita Ekonomi Bisnis

Jelang Natal, Dinas Pertanian Siap Penuhi Kebutuhan Cabai Dengan Beli 200 Kg

Kebutuhan cabai jelang hari nata di NTT akan meningkat. Ini yang dilakukan dinas pertanian untuk memenuhi kebutuhan

Jelang Natal, Dinas Pertanian Siap Penuhi Kebutuhan Cabai Dengan Beli 200 Kg
ISTIMEWA
PANTAU- Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi NTT, Miqdonth S. Abolla (kiri) dan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, BI Perwakilan Provinsi NTT, Muhammad Syahrial di Kebun Cabai Poktan Usaha Baru SBD, Senin (19/11/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Dinas Pertanian Provinsi NTT siap menyerap 200 kilogram (Kg) cabai produksi Kelompok Tani (Poktan) Usaha Baru di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Cabai itu akan disalurkan ke daerah lain di NTT yang mengalami kekurangan stok dan berdampak pada tingginya harga cabai di daerah tersebut.

Demikian siaran pers yang diterima Pos Kupang dari Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT, Muhammad Syahrial, Rabu (21/8/2018).

Baca: Tampilan Profil Instagram Berubah Nih Guys, Ini Modelnya Keren Abis

Baca: Di Begal di Jalanan ! Pesepeda Ini Tetap Berjuang ke Dokter dengan Pisau Tertancap di Kepala

Disebutkan, kerja sama antara Dinas Pertanian Provinsi NTT dan Poktan Usaha Baru Kabupaten SBD ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi NTT, Miqdonth S. Abolla dengan Ketua Kelompok Tani Usaha Baru, Andreas Bili Ndapa, Senin (19/11/2018) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan disaksikan Muhammad Syahrial.

Kerja sama ini difasilitasi BI Perwakilan Provinsi NTT sebagai upaya meredam tingginya harga cabai yang sering terjadi di akhir tahun.

Muhammad Syahrial mengatakan, kerja sama tersebut dalam rangka mendukung pengendalian inflasi akhir tahun di Provinsi NTT, khususnya komoditas cabai. Selain itu juga untuk menindaklanjuti satu dari tujuh langkah aksi pengendalian inflasi NTT tahun 2018, yaitu terkait perdagangan antar daerah di NTT.

Baca: 2 Kabupaten Belum Tuntas, KPU NTT Tunda Tetapkan Daftar Pemilih Tetap

Baca: Bank NTT Jajaki Kerja Sama Dengan Pengrajin Gula Semut

"Kerja sama ini sejalan dengan langkah aksi yang menjadi fokus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT," jelasnya.

Syahrial mengungkapkan, hasil pantauan BI Perwakilan NTT, selama tahun 2017 komoditas cabai tercatat lima kali menjadi 10 teratas penyumbang inflasi daerah di NTT yakni bulan Januari, Maret, Juli, Agustus, dan Desember.

Faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, tambah Syahrial, seperti ketersediaan stok di pasar, tingginya permintaan menjelang hari-hari besar, dan cuaca yang mempengaruhi produksi atau distribusi.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved