Berita Ekonomi Bisnis

Jamkrindo Jamin KUR Rp 654 M

Agunan menjadi momok bagi UKMK namun sekarang ini ada Jamkrindo yang memberikan penjamin di lembaga pemberi KUR.

Jamkrindo Jamin KUR Rp 654 M
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Kepala Cabang Jamkrindo Kupang, Ahmad Arifin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Persoalan jaminan atau agunan menjadi momok bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mendapatkan modal usaha dari lembaga jasa keuangan.

Alasannya, lembaga jasa keuangan tidak ingin mengambil risiko ketika debitur menunggak meski untuk program pemerintah berupa KUR sekalipun.

Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melalui Perum Jamkrindo Cabang Kupang hadir sebagai penjamin KUR. Sampai posisi September 2018, ada Rp 654 miliar KUR di NTT yang dijamin Jamkrindo Kupang.

Baca: Ini Tips Mudah Bikin Stiker WhatsApp Keren Pakai Fotomu Sendiri, Gak Pake Lama

Baca: Ada Lelaki yang akan Menerima Luna Maya Apa Adanya. Benarkah? Ini Hasil Terawang Paranormal

Kepala Cabang Jamkrindo Kupang, Ahmad Arifin yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/11/2018), mengatakan, antusias masyarakat terutama pelaku UKM di NTT untuk memanfaatkan KUR cukup tinggi.

Namun terganjal jaminan atau agunan.

Ia menjelaskan, sejauh ini KUR yang paling besar dijamin Jamkrindo ada di BRI sebesar Rp 497 miliar, diikuti Bank NTT Rp 120 miliar, BNI Rp 33 miliar dan Bank Mandiri Rp 3 miliar.

Sedangkan Kopdit Obor Mas sebagai satu-satunya koperasi yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur KUR yang dijamin Jamkrindo hanya Rp 5 juta.

Baca: Tangisan tak Terbendung Pasca Salam Perpisahan Velentino Rossi kepada Dani Pedrosa

Baca: Penyebab Pasangan Harmonis Rawan Diterpa Perceraian, Jawabannya Bikin Kaget

Hal ini karena realisasi KUR koperasi tersebut sampai September 2018 masih sangat kecil.

Arifin menjelaskan, sejak kehadiran Jamkrindo di NTT, rasio klaim dibanding rasio kredit 50:50.

"Artinya, dari kredit yang diklaim dibanding kredit yang dijamin sama besarnya. Pada umumnya kredit macet atau kurang lancar karena faktor bisnis bukan karena disengaja. Di NTT dipengaruhi faktor musim. Kredit yang kurang lancar itu yang kita talangi. Posisi keuangan bank aman, beban debitur juga ringan karena sisa kredit yang ditalangi Jamkrindo tidak lagi dikenakan beban bunga," katanya.

Meski telah ditalangi, Arifin menegaskan, tidak berarti kewajiban debitur ke bank selesai. Debitur tetap memenuhi kewajibannya ke bank. Setelah lunas, pihak bank akan kembalikan dana talangan ke Jamkrindo (piutang suborgasi).

Bank yang bermitra dengan Jamkrindo di NTT, menurut Arifin, sejauh ini baru terbatas pada bank pemerintah. "Harapan kami semua bank.

Tapi bank swasta atau luar negeri belum percaya pada kita karena mereka mempunyai lembaga atau asuransi penjamin sendiri," ujarnya.

"Selain KUR, Jamkrindo juga memberikan penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi, pengadaan barang dan jasa, penjaminan distribusi barang, penjaminan kredit multiguna, penjaminan program, penjaminan bank garansi atau kontra garansi, penjaminan BPR atau BPRS, penjaminan keagenan atau kargo, penjaminan pembiayaan syariah, penjaminan pembiayaan kemaritiman, penjaminan pembiayaan otomotif dan masih banyak lagi," demikian Arifin. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved