Berita Ekonomi dan Bisnis Terkini

Jamkrindo Jadi Penjamin KUR Senilai Rp 654 Miliar di NTT

Perum Jamkrindo Cabang Kupang hadir sebagai penjamin KUR (kredit usaha rakyat) di NTT.

Jamkrindo Jadi Penjamin KUR Senilai Rp 654 Miliar di NTT
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Kepala Cabang Jamkrindo Kupang, Ahmad Arifin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Persoalan jaminan atau agunan menjadi momok bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan modal usaha dari lembaga jasa keuangan.

Alasannnya, lembaga jasa keuangan tidak ingin mengambil resiko ketika debitur menunggak meski untuk program pemerintah berupa KUR sekalipun.

Mengatasi persoalan tersebut pemerintah melalui Perum Jamkrindo Cabang Kupang hadir sebagai penjamin KUR (kredit usaha rakyat) di NTT. Sampai poisisi September 2018, ada Rp 654 miliar KUR di NTT yang dijamin Jamkrindo Kupang.

Baca: Kabupaten Sikka Terendah Serapan ADD di NTT

Kepala Cabang Jamkrindo Kupang, Ahmad Arifin yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/11/2018, mengatakan, antusias masyarakat terutama pelaku UKM di NTT untuk memanfaatkan KUR cukup tinggi. Namun terganjal jaminan atau agunan.

"Kami hadir untuk mengatasi persoalan jaminan itu. Besar jaminan 70 persen dari sisa kredit debitur yang tidak lancar. Sisanya 30 persen tetap tanggung jawab debitur," kata Arifin.

Baca: Istri Empat Menteri Kunjungi Dua Desa di Malaka, Ternyata Ini yang Mereka Pantau

Ia menjelaskan, sejauh ini KUR yang paling besar dijamin Jamkrindo ada di BRI sebesar Rp 497 miliar, diikuti Bank NTT Rp 120 mikiar, BNI Rp 33 miliar, dan Bank Mandiri Rp 3 miliar.

Sedangkan Kopdit Obor Mas sebagai satu-satunya koperasi yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur KUR yang dijamin Jamkrindi hanya Rp 5 juta karena realisasi KUR koperasi tersebut sampai September 2018 masih sangat kecil.

Dikatakan Arifin, sejak kehadiran Jamkrindo di NTT, rasio klaim dibanding rasio kredit 50 : 50 (persen). Artinya, kata Arifin, dari kredit yang diklaim dibanding kredit yang dijamin sama besarnya.

"Pada umumnya kredit macet atau kurang lancar karena faktir bisnis bukan karena disengaja. Di NTT dipengaruhi faktor musim. Kredit yang kurang lancar itu yang kita talangi. Posisi keuangan bank aman, beban debitur juga ringan karena sisa kredit yang ditalangi Jamkrindo tidak lagi dikenakan beban bunga. Jadi kehadiran Jamkrindo menalangi resiko dari bank maupun debitur," jelas Arifin.

Meski telah ditalangi, Arifin menegaskan, tidak berarti mewajiban debitur ke bank selesai. Debitur tetap memenuhi kewajibannya ke bank. Setelah lunas, pihak bank akan kembalikan dana talangan ke Jamkrindo (piutang suborgasi).

Lalu apa yabg didapatkan Jamkrindo dari transaksi tersebut? "Imbal Jasa Penjaminan," kata Arifin.

Bank apa saja yang bermitra dengan Jamkrindo di NTT? Arifin mengatakan, sejauh ini baru terbatas pada bank pemerintah.

"Harapan kita semua bank. Tapi bank swasta atau luar negeri belum percaya pada kita karena mereka mempunyai lembaga atau asuransi penjamin sendiri. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved