Berita Kota Kupang Terkini

Ini Spirit 'Sripuan' yang Diadakan dalam Perayaan Maulid Nabi

Maulid Nabi 1440 hijriah diadakan secara tradisional oleh umat muslim di Kota Kupang bertempat di Masjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang

Ini Spirit 'Sripuan' yang Diadakan dalam Perayaan Maulid Nabi
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat mengikuti perayaan Maulid Nabi di Masjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang, Senin (19/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Maulid Nabi 1440 hijriah diadakan secara tradisional oleh umat muslim di Kota Kupang bertempat di Masjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang, Senin (19/11/2018) malam.

"Momen Maulid Nabi ini kita adakan secara tradisional, yakni Sripuan. Ini sudah empat kali kita adakan setiap tahun," ungkap sekretaris yayasan Mesjid Albaitul Qadim Air Mata, Kupang, Syukur Dapubeang, kepada POS-KUPANG.COM.

Ia menjelaskan, Sripuan adalah tradisi yang diadopsi dari budaya Melayu, yang dibawa oleh Adi Pati Amir yang diusir oleh Belanda dari Bangka Belitung pada tahun 1800-an.

Baca: Gubernur Laiskodat: Ibu-ibu dan Anak Muda Kurangi Nonton Sinetron, Luangkan Waktu untuk Membaca

Adi Pati Amir lah, kata dia, yang memprakarsai pendirian Masjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang. Masjid tersebut, lanjutnya, merupakan mesjid tertua yang ada di Kota Kupang.

Menurutnya Sripuan sarat makna, yang disimbolkan buah-buahhan, bunga, kuncup, batang, yang rangkaikan berbentuk piramida. Mirip seperti pohon dengan aneka bunga dan buah-buahan.

Baca: Rabu Esok, DKPP Putuskan Nasib Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS

"Sripuan adalah simbol persatuan, keakraban, toleransi, dan gotong-royong. Tidak hanya sesama umat muslim saja, tetapi juga dengan sesama saudara yang berbeda keyakinan," ungkapnya.

Ia mengatakan, perayaan Maulid Nabi di Masjid Albaitul Qadim Air Mata, diawali dengan pawai Ta'aruf dan prosesi Sripuan (17/11/2018) dari Masjid Kampung Solor, mampir ke Masjid Bonipoi dan berakhir di Masjid Albaitul Qadim Air Mata.

Tiga Masjid tersebut kata dia, punya nilai sejarah bagi perkembangan umat muslim di Kota Kupang, karena Masjid tersebut merupakan masjid-masjid tua.

Pawai ta'aruf dan arakan Sripuan, jelasnya, secara resmi dilepas oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT H. Muhammad Ansor.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved