Berita Nasional

Pasangan Sejenis Digerebek ! Begini Pengakuan Mereka Kenapa Memilih Jadi Lesbian

Setelah diamankan, pasangan sejenis berinisial DF (27) dan NS (23) itu, kemudian diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP Padang untuk diperiksa

Pasangan Sejenis Digerebek ! Begini Pengakuan Mereka Kenapa Memilih Jadi Lesbian
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi: Komunitas Lesbian Gay Bisexual Transgender dan Intersexual (LGBTI) Indonesia melakukan aksi di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (17/5/2015). Aksi tersebut dalam memperingati International Day Against Homophobia, Biphobia, dan Transphobia (IDAHOT) dengan tujuan menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk stop kekerasan kepada kelompok LGBTI. 

POS KUPANG.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Padang, mengamankan satu pasangan lesbian yang tengah asik berduaan di sebuah kafe di kawasan Pondok Kecamatan Padang Selatan.

Setelah diamankan, pasangan sejenis berinisial DF (27) dan NS (23) itu, kemudian diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP Padang untuk diperiksa oleh penyidik Penegak Perda tersebut.

Baca: Bandara Frans Sales Lega-Ruteng Diperpanjang 300 Meter! Ini Alasannya

Kepada penyidik, kedua wanita yang terjating dalam razia LGBT dan Maksiat itu mengaku kalau mereka memang pasangan lesbian. Bahkan, mereka sudah tinggal serumah selama dua bulan di kawasan Padang Selatan.

"Pasangan lesbian ini diamankan Minggu dinihari tadi saat petugas melakukan razia di sejumlah lokasi di Padang," kata Plt Kasatpol PP Padang, Yadrison kepada tribunpadang.com, Minggu (18/11/3018).

Kepada penyidik, lanjutnya, pasangan lesbian ini mengaku trauma dengan laki-laki. Bahkan inisial NS yang berasal dari Sijunjung dan sudah tiga kali menikah, mengaku pernah dipukul oleh mantan suaminya.

Selain itu, kata Yadrison, NS ini juga mengaku dua kali keguguran karena stres akibat perbuatan mantan suaminya yang juga suka mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
"Jadi, karena itulah dia jadi lesbian, karena menurutnya, pasangan sejenisnya saat ini, yaitu inisial DF, lebih menyanyanginya dan memperlakukannya dengan lemah lembut," ujarnya.

Pengakuan NS juga tak jauh berbeda dari DF. Kata DF, sebut Yadrison, dia juga trauma dengan laki-laki karena beberapa mantan pacarnya selalu bersikap arogan dan suka melalukan kekerasan.

"Keduanya sama-sama mengaku trauma dengan laki-laki. Yang satu dianiaya mantan duami hingga kegugutan, dan satu lagi dianiaya mantan pacar," bebernya.

Saat ini, kedua perempuan berprilaku menyimpang itu untuk sementara masih diamankan di Mako Pol PP Padang guna menjalani pembinaan di Dinas Sosial Padang.

Selain mengamankan pasangan lesbian, dalam razia LGBT dan Maksiat itu, petugas Pol PP Padang juga mengamankan satu orang Waria berinisial Dian Fitria (26) di kawasan Gor H Agus Salim Padang.

Bahkan sebelum diamankan, Dian sempat kejar-kejaran dengan petugas. Karena kalah cepat, akhirnya petugas berhasil mengamankan Dian, dan langsung dibawa ke Mako Satpol PP.

"Selain satu orang waria, kami juga amankan satu orang perempuan diduga sebagai PSK di salah satu kamar Hotel, di Jalan Thamrim, Kecamatan Padang Selatan, dengan inisial WF yang usianya, masih 17 tahun," kata Yadrison.

Hingga sore ini, sambung Yadrison, inisial WF masih diperiksa oleh penyidik. "Jika terbukti sebagai PSK, maka akan dikirim ke tempat rehabilitasi Andam Dewi di Kabupaten Solok," imbuhnya.

Selain waria dan perempuan diduga PSK, pihaknya juga mengamankan inisial JP (34) bersama seorang teman perumpuannya dengan inisial YZ (17) yang saat itu, tengah duduk di tempat yang gelap di kawasan Simpang Pujasera.

"Masih di lokasi yang sama, juga kami amankan dua orang perempuan inisial FB (18) dan SY (18), serta satu orang laki-laki inisial KM (33). Ketiganya diamankan sekitar pukul 01.00 WIB, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan," pungkas Yadrison.(*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved