Berita Kota Kupang Terkini

Rayakan HUT, Rock or Die Kunjungi Panti Asuhan dan Gelar Festival Musik

Komunitas Rock or Die di Kota Kupang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) komunitas ke-empat di Taman Nostalgia, Kota Kupang

Rayakan HUT, Rock or Die Kunjungi Panti Asuhan dan Gelar Festival Musik
ISTIMEWA
Kunjungan ke Panti Asuhan Roslin di Matani, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komunitas Rock or Die di Kota Kupang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) komunitas ke-empat di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Sabtu (17/11/2018) malam.

Untuk memperingati HUT ini, mereka menggelar berbagai kegiatan, di antaranya mengunjungi Panti Asuhan Roslin pada Jumat (16/11) dan menggelar festival musik cadas pada Sabtu (17/11/2018).

Ketua Komunitas Rock or Die, Rocky, mengatakan, walau dikenal sebagai pecinta musik cadas, mereka pun sama seperti manusia lain, yakni memiliki rasa kemanusiaan dan rasa sosial dengan orang lain.

Baca: Gunung Mutis Masuk 10 Kategori Dataran Tinggi Terpopuler di Indonesia, Tapi

"Ini kami buktikan dengan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Roslin di Matani. Kami berbagi dengan apa yang mampu kami lakukan. Di panti asuhan itu, kami berbagi sembako, buku tulis dan bacaan, dan pakaian bekas yang layak pakai," kata Rocky kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (17/11) malam, dalam sela-sela festival musik.

Baca: Dalam Sehari, 2 Pemuda Bunuh Diri, Tersambar Kereta dan Gantung Diri

Sebagai komunitas yang telah beraktivitas selama empat tahun, Rocky berharap ada perubahan pandangan dari masyarakat terhadap komunitas mereka.

Selama ini, akunya, masyarakat selalu melihat komunitas musik-musik rock, punk, maupun metal, dari sisi negatif.

"Dengan cara seperti inilah kami berbicara. Ketika kami bersuara, suara kami mungkin tidak didengar. Tetapi dengan melakukan kegiatan amal dan festival musik ini, orang-orang bisa melihat diri kami yang sebenarnya," katanya.

Rocky menjelaskan, rangkaian kegiatan memperingati HUT ini bisa sukses berkat bantuan banyak pihak.

"Ini disponsori oleh Jarum. Selain itu, dari hasil ngamen dan iuran komunitas. Ngamen beberapa bulan terakhir, mungkin ada yang datang ke Tamnos dan lihat kami, itu kami gunakan untuk donasi dan gelar festival ini," jelasnya.

Pria itu berharap, masyarakat bisa melihat sesuatu secara objektif. Termasuk terhadap keberadaan komunitas mereka.

"Tidak bisa melihat sesuatu yang jauh lalu membuat kesimpulan. Harus melihat secara dekat, bila perlu ikut terlibat dalam aktivitas sosial yang mereka lakukan, lalu buatlah penilaian," harapnya.

Festival ini dihadiri sekitar ratusan pecinta musik cadas, diramaikan pula dengan pagelaran buku yang biasa dilakukan Komunitas Leko tiap Sabtu malam. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved