Berita NTT Terkini

Anggaran Pembangun PLTS Rp 8 M di Pantar-Kabupaten Alor Dialihkan

"Sudah ada rencana untuk bangun PLTS di dua desa,tapi ternyata pemerintah geser tanpa pembahasan atau pemberitahuan ke DPRD NTT

Anggaran Pembangun PLTS Rp 8 M di Pantar-Kabupaten Alor Dialihkan
POS KUPANG/EDY BAU
Ketua Komisi IV DPRD NTT, Alex Ena 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -- Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT, Alex Ena naik pitam karena anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan PLTS di Pantar, Kabupaten Alor dialihkan. Pengalihan atau pergeseran anggaran ini tanpa diketahui Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTT.

Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (18/11/2018), Alex mengaku kesal, karena setelah pembahasan di Banggar, baru dirinya disampaikan oleh Ketua Komisi IV, David Wadu bahwa ada penggeseran anggaran sekitar Rp 8 M. Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan PLTS di dua desa di Pantar, Kabupaten Alor.

Baca: Denpom IX/1 Kupang Gelar Lomba Burung Berkicau

Baca: Kapolres Kupang Kota Pimpin Operasi Gabungan Lantas Malam Minggu

"Sudah ada rencana untuk bangun PLTS di dua desa,tapi ternyata pemerintah geser tanpa pembahasan atau pemberitahuan ke DPRD NTT," kata Alex.

Dia menjelaskan, di Pantar selama ini warga masih kesulitan soal penerangan sehingga program PLTS sangat cocok, namun mengapa pemerintah membatalkan atau meng‎alihkan anggaran terebut.

"Karena itu, saat sidang beberapa waktu lalu, saya sudah minta pimpinan untuk panggil Kadis Energi Sumber Daya dan Mineral NTT. Kita pertanyakan kenapa digeser anggaran itu, padahal masyarakat Pantar sangat mendamakan adanya listrik," katanya.

Dia mengatakan, kasus ini sudah pernah terjadi setelah pembahasan APBD. "Sudah pernah juga sudah bahas, kemudian dialihkan. Sekarang ini kita sudah bahas, tiba-tiba digeser‎. Ada apa ini, karena itu saya akan minta penjelasan pemerintah," ujarnya.

Dikatakan, selain meminta penjelasan Dinas ESDM NTT, pihaknya juga meminta penjelasan PLN. "Kita minta penjelasan pemerintah dan juga PLN. Kita harus tahu alasan mengapa digeser. Inikan untuk masyarakat, kenapa digeser dan kalau ada pergeseran itu asal perintah siapa," tanya Alex. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved