Berita Nasional Terkini

LPOI Minta Isu Agama Tak Dijadikan Alat Politik

Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Lutfi A Tamimi meminta agar para elite tidak menjadikan isu agama sebagai alat politik

LPOI Minta Isu Agama Tak Dijadikan Alat Politik
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Lutfi A Tamimi 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Lutfi A Tamimi meminta agar para elite tidak menjadikan isu agama sebagai alat politik selama masa kampanye pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Ia juga mengimbau agar bendera bertuliskan kalimat tauhid tidak digunakan sebagai alat peraga kampanye.

"LPOI meminta kampanye tidak memakai bendera tauhid dan memakai isu agama untuk alat politik," ujar Lutfi saat ditemui di kantor sekretariat LPOI, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Baca: Belum Terima Salinan Putusan PTUN, KPU Belum Bisa Bersikap Terkait Pencalonan OSO

Lutfi mengatakan, isu agama yang dijadikan sebagai alat politik cenderung menciptakan polarisasi di masyarakat. Oleh sebab itu ia mengimbau para elite pokitik untuk mengedepankan kampanye damai dan tidak menciptakan konflik.

Baca: Tiga Orang Meninggal dalam Bentrok Antar-warga di Tolikara, Papua

"Kita jangan sampai nanti ribut, konflik agama segala macam. Kasihan ormas, setiap ada pemiliham segala macam yang ribut nanti ormas. kami enggak mau," kata Lutfi.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah, khususnya penyelenggara pemilu dan kepolisian, untuk menindak tegas pihak-pihak yang menggunakan isu agama dalam kampanye.

"Kami juga minta ketegasan pemerintah RI. Tidak boleh ada kampanye bendera tauhid. ini tidak ada urusan. Mereka bicara tentang kursi, bukan tentang agama," ucapnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved