Berita Kabupaten Sikka

Dominan Perempuan Asal Sikka Kerja di Malaysia, Hongkong dan Singapura

Tenaga kerja legal perempuan asal Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendominasi kaum pria

Dominan  Perempuan Asal Sikka Kerja  di  Malaysia, Hongkong dan Singapura
POS KUPANG.COM/ EUGENIUS MOA
Germanus Goleng 

Laporan   Reporter POS-KUPANG.COM, Eueginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Tenaga kerja  legal   perempuan asal Kabupaten  Sikka di Pulau  Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT)  mendominasi  kaum pria  mengadu peruntungan ke luar negeri.  Umumnya mereka  menjalani   profesi sebagai  asisten rumah  tangga  di Malaysia, Hongkong dan Singapura.

Kepala  Dinas  Tenaga Kerja dan  Transmigrasi  Kabupaten Sikka, Germanus  Goleng,  kepada  POS-KUPANG.COM, Sabtu  (17/11/2018) menjelaskan jumlah angkatan kerja antar negara  (AKAN)  perempuan terbanyak  terjadi  tahun 2013  sebanyak   25 orang.

Baca: Pemda TTU Alokasikan Dana Rp. 18 Miliar Untuk Pengerjaan Ruas Jalan Supun-BanUlu

Baca: Pelajar Berprestasi di Ngada dapat Beasiswa

Baca: Cegah TKI Ilegal, Semua PJTKI Dan PPL Wajib Daftar Di Nakertrans

Baca: Penipuan Mencatut Nama KSP Nasari, Pinca Nasari Kupang : Kami Tidak Layani Pinjaman Secara Online

Baca: 48 Warga Rana Loba Terima Dana Kompensasi SUTT. Lurah Minta Dimanfaatkan Untuk Usaha

“Sebanyak  20  orang  diantarnya  mengadu nasib   ke Malaysia dan empat  orang ke Singapura. Kaum  pria sebanyak  16 orang   bekerja di Malaysia,”  ujar Germanus.

Selama  setahun pada  2014,  kata  Germanus, didominais kaum  perempuan  23  orang  bekerja di Malaysia dan lima orang di  Singapura.  Sedangkan  tahun  2015,  terbanyak   14 orang dikontrak kerja di  Singapura,  lima orang ke  Hongkong dan tiga  orang ke  Malaysia.

Tahun  2016   terdapat 14 tenaga kerja  perempuan  ke  Malaysia, Hongkong dan Singapura.   Tahun  2017 sebanyak 18 orang  berkarya di  Malaysia,  Hongkong dan  Singapura. Tahun  2018 sebelum moratorium  tenaga kerja oleh Gubernur NTT,   13  perempuan  bekerja  ke  Malaysia, Hongkong dan  Singapura selain  empat  pria mengadu nasib di Malaysia. 

“Semua  yang kerja  keluar negri ini  legal. Mereka  diberangkatkan  oleh perusahaan  pengerah  jasa  tenaga kerja.Yang  diluar  itu  data ini  ilegal,” tandas Germanus.(*)

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved