Berita Internasional

Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian Karena Mereka Sedang Mogok

Ketua serikat pekerja kamar jenazah di Ghana meminta siapa saja untuk menunda kematian karena mereka sedang melakukan aksi mogok.

Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian Karena Mereka Sedang Mogok
TRIBUN JATENG
Sejumlah keluarga korban kecelakaan di Jalan Siliwangi menunggu jenazah di Kamar Mayat RSUP Dr Kariadi Semarang, Kamis (12/10/2017) malam. 

POS-KUPANG.COM | PACCRA - Salah satu hal yang pasti terjadi di dalam kehidupan seorang manusia adalah kematian. Namun, ketua serikat pekerja kamar jenazah di Ghana meminta siapa saja untuk menunda kematian karena mereka sedang melakukan aksi mogok.

Asosiasi Pekerja Kamar Jenazah (MWA) Ghana mengancam tidak akan bekerja hingga keluhan mereka terhadap kondisi dan penghasilan yang buruk diperhatikan.

Mereka mengatakan, selain mendapatkan upah yang amat rendah, para pekerja kamar jenazah ini juga sulit mendapatkan cuti.

Selain itu, dalam pekerjaan ini mereka kerap bersentuhan dengan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan.

Aksi mogok ini menurut rencana akan digelar pada Selasa (20/11/2018).

Meski aksi ini ditunda sementara menunggu hasil pembicaraan dengan pemerintah. Effah Baffour Gyemfi dari Universitas Kedokteran Ghana mengatakan, pemogokan pekerja kamar jenazah ini akan berdampak amat buruk bagi negeri itu.

"Jika semua pekerja mogok selama tiga hari, maka seluruh kamar jenazah akan penuh. Sehingga warga akan terpapar penyakit infeksi berbahaya termasuk kolera," ujar Effah.

Namun, sekretaris jenderal MWA Richard Kofi Jordan menawarkan sebuah solusi yang menguntungkan kedua pihak untuk mencegah menumpuknya jenazah.

"Bagi mereka yang akan meninggal dunia di masa kami mogok kerja, harus menunggu hingga kami kembali bekerja. Sederhana," ujar Richard.

Richard menambahkan, pemerintah enggan meningkatkan kondisi kamar-kamar jenazah di berbagai rumah sakit.

"Jika seseorang meninggal dunia, maka kami menjadi pengangkut jenazah dari kamar perawatan ke kamar mayat," ujar Richard.

"Kami juga yang membersihkan sisa-sisa jenazah di kamar mayat. Kami juga yang bertugas membalsem jenazah, mengawetkan jenazah menggunakan bahan kimia untuk menunda pembusukan," lanjut dia.

 Bahan kimia itulah, kata Richard, membuat para pekerja kamar jenazah terancam lima jenis penyakit kanker.

"Pemerintah mengetahui hal ini. Kami juga terancam kebutaan tetapi tidak ada mempedulikan risiko yang kami hadapi," Richard menegaskan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian ", https://internasional.kompas.com/read/2018/11/16/21412531/mogok-kerja-staf-kamar-mayat-minta-warga-tunda-kematian.
Penulis : Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved