Berita Sumba Barat

Puluhan Fasda INOVASI Sumba Barat Ikuti Pelatihan Literasi Dasar! Ini Tujuannya 

20 Fasda INOVASI Sumba Barat berkumpul bersama mengikuti pelatihan literasi dasar unit 2B tentang Pemanfaatan Big Book dalam proses pembelajaran di

Puluhan Fasda INOVASI Sumba Barat Ikuti Pelatihan Literasi Dasar! Ini Tujuannya 
istimewa
Para peserta sedang mempraktekan cara pemanfaatan Big Book. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAIKABUBAK---Sebanyak 20 Fasda INOVASI Sumba Barat berkumpul bersama mengikuti pelatihan literasi dasar unit 2B tentang Pemanfaatan Big Book dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan itu berlangsung di SD Katholik Kalelapa, Tana Righu Kabupaten Sumba Barat.

Province Communications Officer INOVASI Untuk Sumba,NTTAgustanto Imam menyampaikan itu kepada POS-KUPANG. COM dari Waikabubak ke Waingapu, Jumat (16/11/2018).

Baca: Dump Truk Terjungkal ke Pemukiman! Warga Bealaing Manggarai Timur Geger.

Baca: Ini Fakta Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi ! Seorang Pengangguran

Agustanto mengatakan, dalam kegiatan pelatihan itu dibagi dalam kelompok dengan kurang lebih delapan kelompok. Fasilitator kepempinan pembelajaran yang datang diminta untuk ikut bergabung dengan masing-masing meja kelompok. Demikian juga dengan fasilitator pelatihan literasi dasar. Minimal ada dua fasda yang duduk dan bergabung di meja-meja kelompok, mendampingi para guru kelas awal yang notabene juga peserta pelatihan.

Diawali pengantar oleh Jacobus -Koordinator Fasda INOVASI Sumba Barat, kata Agustanto Kegiatan dibuka dengan memperkenalkan fasda-fasda yang baru saja bergabung untuk memperkuat program rintisan literasi dasar.

Agustanto juga mengatakan dalam kegiatan pelatihan itu juga SD Lokory sebagai SD mitra INOVASI terjauh jarak tempuhnya menunjukkan 20 big book hasil karyanya dengan tema beragam. Satu persatu para guru kelas awal tersebut menunjukkan hasil karyanya.

"Kebanyakan, para guru ini mengalami masalah dengan proses kreatif dalam membuat ilustrasi gambar. Tetapi masalah ini terpecahkan. Oleh fasda masing-masing sekolah, ketidakmampuan para guru membuat ilustrasi big book ditutupi dengan mengambil gambar-gambar yang diperoleh dengan mengakses internet melalui telepon genggam masing-masing,"ungkap Agustanto.

Bulan hanya itu, kata Agustanto, Big Book yang menarik juga dibuat oleh SD Inpres Puu Boghila. Viktor I Saingo, pengajar kelas 3 di sekolah itu juga menceritakan tentang big book hasil karya guru-guru SDI Puu Boghila. Ide ceritanya diambil dari budaya keseharian di Sumba yang dalam aktifitas keseharian menggunakan Parang, Gading dan Sarung Sumba.

Tiga big book buah karya SDI Puu Boghila diberi judul; Parang Sumba, Gading Sumba dan Sarang Sumba. Tiga buku besar tersebut bertutur tentang proses pembuatan, bagian-bagian yang ada pada alat-alat tersebut, manfaat, fungsi, serta penggunaannya.

Dikatakan Agustanto setelah itu, para peserta pelatihan diminta mengamati dan memperhatikan video tutorial oleh tim INOVASI. Video bercerita didepan siswa-siswi SD di Tana Righu sembari menunjukkan big book yang diceritakannya. Peserta kemudian diminta untuk mempraktekkan bagaimana big book digunakan, dengan meniru dan mempraktekkan ulang seperti dalam video itu. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved