Editorial Pos Kupang

Proficiat Pasukan Elite Polri

Gegana bertugas melaksanakan operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti penjinakan bom, penanganan KBR

Proficiat Pasukan Elite Polri
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Satu satu pertunjukan oleh ibu ibu Bhayangkari Brimob Polda NTT pada HUT Korps Brimob ke-73 di Mako Sat Brimob Polda NTT pada Rabu (14/11/2018). 

POS-KUPANG.COM - Korps Brigade Mobil (Brimob) merupakan pasukan elite Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Beberapa tugas utama adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera dan penjinakan bom.

Brimob sebagai komponen besar di dalam Polri dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas antiseparatis dan antipemberontakan hingga sering dilibatkan dalam operasi militer bersama TNI. Korps Brimob terdiri dari dua cabang yaitu Gegana dan Pelopor.

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 17 November 2018: Aquarius Butuh Kerja Keras, Taurus Jangan Boros yah!

Baca: Jadi Drama Korea Pertama yang Tayang di Youtube, Ini 4 Fakta Drakor Top Management

Baca: Jungkook BTS Suka Bikin Wajahnya Seperti Ini, Army Sudah Tahu?

Gegana bertugas melaksanakan operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti penjinakan bom, penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Teror (Counter Terrorism) dan inteligensi.

Sedangkan Pelopor bertugas melaksanakan operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat paramiliter seperti penanganan kerusuhan atau huru-hara, pencarian dan penyelamatan (SAR), pengamanan instalasi vital dan operasi gerilya serta pertempuran hutan terbatas.

Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus, di antaranya kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area perkotaan, penggerebekan kriminal bersenjata seperti teroris atau seperatis dan operasi lain yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum.

Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob. Brimob juga tergolong sebagai Unit Taktis Polisi dan secara operasional bersifat kesatuan senjata dan taktik khusus bagi Polri dan TNI.

Sampai saat ini harus diakui bahwa kinerja Brimob sangat baik. Pasukan elite Polri kebanggaan kita semakin profesional. Pada peringatan HUT ke-73 ini, kita patut memberikan apresiasi atas kinerja positif serta berbagai prestasi yang telah dipersembahkan Brimob bagi bangsa dan negara tercinta.

Walau banyak tantangan bahkan sering menjadi korban kebiadaban oknum atau kelompok teroris, Brimob tetap eksis dan memberikan yang terbaik.

Beragam tantangan yang mereka hadapi tidak menurutkan semangat pengabdian. Brimob sebagai alat negara selalu hadir pada saat yang tepat demi memberikan kenyamanan bagi rakyat Indonesia. Kita sudah biasa melihat aksi Brimob semisal membekuk para teroris atau menjinakkan bom. Taruhannya nyawa tapi personel Brimob yang sudah terlatih pantang mundur.

Bahwa ada tindakan oknum Brimob yang melukai hati rakyat atau bertindak kurang simpatik saat mengamankan aksi massa misalnya patut dipahami bahwa mereka pun memiliki kelemahan. Sebagai manusia biasa, terkadang oknum Brimob tak dapat mengendalikan emosi. Kita berharap tindakan seperti itu terus diminimalisir agar Brimob tetap mendapat tempat yang elok di hati masyarakat.

Kita berharap momentum peringatan HUT ke-73 ini memotivasi korps Brimob terus meningkatkan profesionalismenya apalagi menghadapi hajatan politik pemilu 2019 yang rentan mobilisasi massa. Dirgahayu Brimob. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved