Berita Kabupaten Ende

Drainase di Kota Ende  Tanggungjawab Bersama

pemerintah adalah membangun berbagai sarana umum untuk kepentingan publik seperti drainase namun demikian hendaknya sarana umum yang ada harus dijaga

Drainase di Kota Ende  Tanggungjawab Bersama
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Tim gabungan membersihkan sampah di Jalan Kelimutu, Kota Ende. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yustinus Sani mengatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan sampah dan juga keberadaan drainase di Kota Ende semestinya tidak semata-mata menjadi tanggungajawab pemerintah namun semua pihak termasuk masyarakat.

“Tugasnya pemerintah adalah membangun berbagai sarana umum untuk kepentingan publik seperti drainase namun demikian hendaknya sarana umum yang ada harus dijaga bersama-sama agar keberadannya bisa berfungsi dengan baik,”kata Yustinus kepada Pos Kupang.Com, Jumat (16/11/2018).

Baca: Begini Poin-poin Surat Keputusan Moratorium TKI

Namun yang terjadi di Kota Ende saat ini adalah adanya tindakan oknum warga yang kerap membuang sampah didalam drainase sehingga mengakibatkan drianase menjadi tersumbat saat musim hujan dan sampahpun meluap ke badan jalan di hampir semua penjuru Kota Ende.

Yustinus mengatakan, semestinya berbagai sarana publik dijaga bersama toh sarana yang ada juga untuk kepentingan umum.

Terkait dengan drainase, Yustinus mengatakan meskipun secara tehknis Dinas PU Kabupaten Ende yang lebih mengerti namun dia menyarankan agar pada saat dibangun hendaknya di bagian ujung bangunan dibuat penangkap sampah sehingga ketika terjadi hujan sampah bisa dilokalisir agar tidak meluap ke segala penjuru.

Menurut Yustinus yang hal yang paling utama adalah adanya kesadaran dari semua pihak untuk tidak menjadikan drainase sebagai tempat sampah.

Walapun demikian pihaknya ujar Yustinus akan memanggil Dinas PU guna dimintai klarifikasi terkait dengan keberadaan drainase di Kota Ende apakah memang sudah dibangun sesuai dengan kajian tehknis yang ada atau terjadi penyimpangan.

“Selama ini kalau terjadi penyumbatan maka yang paling gampang dicari alasan adalah masyarakat yang membuang sampah didalam drainase apa memang benar demikian atau ada kesalahan tehknis pada saat pembangunan sehingga seakan menjadi hal yang biasa ketika hujan turun maka air dan sampah dipastikan meluap ke badan jalan,”kata Yustinus.  (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved