Berita Kota Kupang Terkini

DPO Kasus Pembacokan Warga Sikumana Ditangkap di Malaka

Pelarian dua pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap Andy Mooy (32) warga Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang berakhir

DPO Kasus Pembacokan Warga Sikumana Ditangkap di Malaka
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tersangka penganiayaan dan pembacokan terhadap Andy Mooy saat tiba di Mapolres Kupang Kota pada Kamis (15/11/2018) malam. Mozes Petra Prabila alias Mozen (baju warna warni) dan Alex Mani Lani alias Dindo (baju hitam) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pelarian dua pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap Andy Mooy (32) warga Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang berakhir Rabu (14/2018) malam.

Kedua pelaku, Mozes Petra Prabila alias Mozen (28) dan Alex Mani Lani alias Dindo (23) yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir angkutan kota jurusan Sikumana - Walikota itu dibekuk tim Buser Sat Reskrim Polres Kupang di Dusun Tambana Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka.

Pada saat diamankan, kedua tersangka sempat bersembunyi di bawah kolong gubuk persembunyian milik kerabat mereka.

Baca: TPDI NTT: Kades di Sikka Diduga Ikut Nikmati Keuntungan dari Ulah Pejabat PMD Sikka

Kedua tersangka tiba di Mapolres Kupang Kota dikawal tim Buser Satreskrim Polres Kupang Kota pada Kamis (15/11/2018) malam.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi, SH MH yang didampingi oleh KBO Satreskrim Ipda I Wayan Pasek Sujana dan Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman kepada wartawan menjelaskan penangkapan terhadap kedua pelaku dibackup oleh tim Satreskrim Polres Kupang Kota.

Baca: 50 Pelaku UKM Ambil Bagian Dalam Kupang TTI Expo 2018

Dijelaskannya, kedua pelaku yang terlibat kasus penganiayaan berat sesuai laporan polisi nomor LP/981/XI/2018/Sek Maulafa tanggal 3 November 2018 itu ditangkap saat sedang bersembunyi sekira pukul 22.00 Wita di gubuk milik kerabat mereka saat listrik padam.

Penangkapan tersebut juga dibantu oleh Kapolsek Kaputu, Iptu Agustino de Araujo dan anggota Polsek Kaputu.

Boby menjelaskan, dari pengembangan terhadap kedua tersangka setelah ditangkap, polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa dua bilah parang yang masih terdapat bercak darah yang mengering yang dititipkan di kost milik salah seorang rekan mereka, Novri Seran di bilangan Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 170 KUHP subsider 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan kepemilikan senjata tajam dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved