Berita Kota Kupang Terkini

Ditilang Polantas karena Tidak Mengenakan Helm, Pegawai Bank di Kupang Malah Melawan

Seorang pemuda di Kupang malah melawan Polisi Lalu Lintas usai ditilang karena tidak menggunakan helm saat melintasi Jalan Cak Doko

Ditilang Polantas karena Tidak Mengenakan Helm, Pegawai Bank di Kupang Malah Melawan
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Moch Imam Buchori (32) seorang pegawai salah satu bank di Kupang marah marah dan melawan petugas saat ditilang karena tidak memakai helm di Jalan Cak Doko pada Kamis (15/11/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seorang pemuda di Kupang malah melawan Polisi Lalu Lintas usai dirinya ditilang karena tidak menggunakan helm saat melintasi Jalan Cak Doko, Kamis (15/11/2018) siang.

Kejadian konyol tersebut kemudian memantik reaksi warga yang akhirnya berhenti dan menonton lelaki itu bersitegang terhadap dua anggota Satlantas Polres Kupang Kota yang menindaknya.

Lelaki yang bernama Moch Imam Buchori (32) itu bahkan terlihat marah marah kepada kedua anggota yang bertugas dan bersikeras tidak mau memberikan kunci motornya saat ditilang.

Baca: Kadis Kelautan dan Perikanan TTU Akui Usulan Anggaran untuk Pengembangan Garam Kecil

Bripka Ismail Corebima, anggota Polantas yang menilang pengendara tersebut, mengatakan pengendara tersebut tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan nopol L5829KV.

Baca: Daerah Irigasi Bena TTS Juara I Nasional Lomba DI Teladan 2018

"Kita tahan karena tidak pake helm. Apalagi surat dan SIM yang bersangkutan sudah mati (kadaluarsa)," ujarnya.

Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut pun merasa heran. Pasalnya lelaki yang mengaku bekerja di salah satu bank swasta di Kota Kupang itu tidak menunjukkan rasa bersalah karena pelanggaran yang telah dia buat malahan bersikeras tidak mau ditahan sepeda motornya dan marah marah kepada petugas.

"Heran saja, sudah salah begitu banyak malahan mau melawan polisi. Lihat saja dari tadi marah-marah padahal pak polisi dong sudah omong baek baek. Kunci juga dia tidak mau kasih," ungkap Jacky, seorang warga yang menonton kejadian itu.

Meski demikian, kedua polisi lalu lintas yang bertugas itu tetap melayani pemuda itu dengan tenang.

Imam yang tetap tidak mau mengalah tetap "ngeyel" untuk membawa sepeda motor ke kantornya. Ia bersikeras bahwa jarak kantornya dekat dan ia sedang ada urusan penting. Warga Klagen Rejoso Kabupaten Nganjuk itu akhirnya mulai luluh ketika makin banyak warga yang datang menonton.

Setelah sekira lima belas menit marah-marah, ia akhirnya memberikan kunci sepeda motor ketika diminta kembali oleh polisi saat warga mulai banyak mendatangi lokasi tersebut. Ia kemudian berlalu meninggalkan kedua polisi dan warga yang menonton. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved