Berita Kabupaten Malaka

Saat Petik Sayur! Oscar Lihat Paldina Tergantung di Pohon

Ibu lima anak ini mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan tali senar di pohon yang biasa disebut pohon roti. Jarak rumah korban

Saat Petik Sayur!  Oscar Lihat Paldina Tergantung di Pohon
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
IDENTIFIKASI---Anggota Polsek Malaka Tengah saat melakukan identifikasi mayat korban di TKP, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN---Warga Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, menemukan Leopaldina Mendosa (58) tergantung di pohon dalam keadaan tak bernyawa.

Ibu lima anak ini mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan tali senar di pohon yang biasa disebut pohon roti. Jarak rumah korban dengan lokasi TKP sekitar 500 meter. Korban ditemukan warga, Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca: Kejurnas Junior Taekwondo di Jakarta! NTT Kirim Lima Taekwondoin Tampil Tanding

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang diketahui bernama Oskar yang adalah pemilik kebun. Lokasi TKP persis berada di kebun milik Oscar. Saat itu, Oskar sedang memetik sayur daun pepaya yang tumbuh di bawah pohon tempat korban gantung diri.

Saat memetik sayur, Oskar melihat ada sandal di tanah lalu ia melihat ke atas pohon. Saat itu ia melihat korban dalam keadaan tergantung. Melihat hal itu, Oskar lari dan memberitahukan kepada warga lainnya. Selanjutnya warga menghubungi polisi.

Pantuan Pos Kupang.Com, korban tergantung di pohon menggunakan tali senar diikat di leher. Jarak kaki korban dengan tanah lebih dari dua meter. Dari hidung korban ada bekas cairan yang sudah kering. Kemudian mulut terbuka sedikit. Korban mengenakan baju hitam dan celana pendek warna pink.

Polisi bersama warga mengevakuasi mayat korban sekitar pukul 10.00 Wita. Warga membawa mayat korban dari TKP ke rumah korban selanjutnya ke RSPP Betun untuk divisum.
Hadir saat itu, Kapolsek Malaka Tengah, AKP Arnofriwan Zaputra bersama anggota, Danramil 1605-04/Betun, Mayor (Inf) Tasdiq Prawoto dan babinsa.

Di rumah korban dipadati warga sekitar yang datang melihat mayat korban sebelum dibawah ke RSPP Betun. Tangisan warga pecah ketika jenazah korban tiba di rumah.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com menyebutkan, korban keluar dari rumah sejak Selasa (13/11/2018) pagi.

Anak dan keluarga korban sempat mencari korban namun tidak ditemukan. Suami korban, Pedro Da Silva (bukan Petrus Raouju-Red) sedang berada di Timor Leste sejak satu minggu lalu. Korban tidak memiliki riwayat sakit sebelumnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengetahui motifnya.
Polisi sudah mengevakuasi mayat korban dan dibawa ke RSPP Betun untuk divisum. (*).


Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved