Fiato Luigi dari RINA Tegaskan Pemberantasan Korupsi Meliputi Tiga Hal Berikut Ini

Ketiga variabel dimaksud diterapkan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi oleh instansi pemerintah

Fiato Luigi dari RINA Tegaskan Pemberantasan Korupsi Meliputi Tiga Hal Berikut Ini
POS KUPANG.COM/HERMINA PELLO
-Wakil Gubernur NTT, Drs Yosef Nae Doi membuka acara seminar nasional Anti Suap dan Anti Korupsi yang diselenggarakan Harian Pagi Pos Kupang bekerja sama dengan Badan Sertifikasi Internasional Anti Suap (RINA). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Fiato Luigi dari RINA Certification Asia Region mengatakan, pemberantasan korupsi meliputi tiga hal yakni pencegahan, deteksi dan respon.

Ketiga variabel dimaksud diterapkan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi oleh instansi pemerintah maupun lembaga swasta. Hal lain yang penting dilakukan adalah penerapan ISO 37001-2016.

"Perencanaan awal harus bagus dan benar, monitoring dan evaluasi harus jalan. Caranya melalui audit. Harus ada internal auditor. Penentuan auditor juga harus obyektif. Hasil audit harus dibahas dalam rapat," kata Luigi dalam bahasa Inggris kemudian diterjemahkan Kepala Badan Sertifikasi Internasional Anti Suap, Karel Karni Lando.

Menurut Luigi, untuk mendapat ISO 37001-2016, sebuah lembaga pemerintah atau swasta harus diaudit. Dalam audit akan ada temuan yang bersifat mayor, minor dan observasi. Dari hasil audit selama ini, temuan lebih banyak pada transaksi non keuangan.

Baca: Setiap Zodiak Rentan Terhadap Penyakit Tertentu, Yuk Kepoin Agar Bisa Antisipasi Sejak Dini

Baca: Petinju Berusia 13 Tahun Tewas Setelah Dipukul KO di Atas Ring, Masyarakat Desak Perubahan Aturan

Baca: Wah! Akhirnya Jimin BTS Buka Suara Terkait Rumor Kaos Bom Hirosima Yang Sebabkan BTS Batal Konser

Dia juga menjelaskan tentang RINA Certification Asian Region. Menurutnya, RINA merupakan Badan Sertifikasi Internasional Anti Korupsi. RINA telah melakukan sertifikasi terhadap 500 organisasi di Indonesia.

Luigi berharap Pemprov NTT dan Pemkot Kupang bisa ambil bagian dalam upaya pemberantasan suap dan korupsi dengan menerapkan ISO 37001:2016. "Yang terpenting dalam sertifikasi dan penerapan ISO 37001:2016 itu bukan hanya soal kuantitas berapa banyak organisasi yang disertifikasi tapi kualitas yang dicapai dalam penerapan ISO dimaksud," kata Luigi.

Menurutnya, dari sertifikasi ISO yang sudah dilakukan, pihaknya menemukan temuan minor, bukan temuan mayor.

Kepala Badan Sertifikasi Internasional Anti Suap, Karel Karni Lando mengatakan, tindak pidana korupsi adalah kejahatan luar biasa sehingga mesti dilawan oleh orang luar biasa dengan cara yang luar biasa. Salah satunya dengan penerapan ISO 37001:2016.

Menurut Karel, ISO 37001:2016 sejalan dengan semangat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Karel menjelaskan pentingnya penerapan ISO 37001:2016 dalam upaya pemberantasan suap dan korupsi pada organisasi pemerintah dan swasta. Dikatakannya, penerapan ISO 37001:2016 bukan untuk mencari kesalahan organisasi apalagi untuk menghukum oknum yang melakukan kesalahan dalam organisasi tersebut.

"Tapi diterapkan agar bisa mengarahkan setiap organisasi agar mampu sejak awal menetapkan rencana kerja, bekerja sesuai target dan kontinyu melakukan evaluasi guna perbaikan organisasi sehingga ke depannya indikasi-indikasi suap dan korupsi dalam organisasi tersebut bisa diminimalisir," kata pria kelahiran Ende, Flores tersebut.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved