Berita NTT Terkini

Dari Sisi Rasio Keuangan Bank NTT Sehat

Sampai dengan September 2018, NPL Net ( kredit tidak lancar) hanya sebesar 1,43 persen berada di bawah 5,0 persen batas maksimum yang ditetapkan BI

Dari Sisi Rasio Keuangan Bank NTT Sehat
pos kupang.com, adiana ahmad
Direktur Pemasaran Keuangan Bank NTT, Alex Riwu Kaho (kanan) menyerahkan dana CSR Bank NTT kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore di Lantai II Gedung Walikota Kupang, NTT, Selasa (21/8/2018)/ 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG—Kondisi  Bank NTT hingga saat ini  dalam kondisi sangat sehat. Hal itu dapat dilihat dari ratio keuangan  bank milik pemerintah daerah tersebut.

Sampai dengan September 2018, NPL Net ( kredit tidak lancar)  hanya sebesar 1,43 persen  berada di bawah 5,0 persen batas maksimum yang ditetapkan Bank Indonesia. 

Baca: BNPB Ajar Warga Desa Oof Proses Air Hujan Agar Bisa Langsung Diminum

Demikian juga dengan Return On Asset (ROA)  tahun 2018 sebesar  2,76 , Return on Equity  (ROE) tahun 2018, sebesar 15,88,  Net Interest Margin  tahun 2018 sebesar 8,78 persen , Biaya operasional terhadap pendapatan operasiona (BOPO) tahun 2018 sebesar 76, 88 maupun Loan to deposit ratio (LDR)  tahun 2018 sebesar  86,86.

Penegasan tentang kondisi kesehatan Bank NTT itu disampaikan Wakil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi NTT beberapa waktu lalu dan dipertegas lagi oleh Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho ketika dikonfirmasi Rabu (14/11/2018).

Laporan Keuangan Bank NTT yang dipublikasi melalui Harian Umum Pos Kupang edisi 9 November 2018, juga secara jelas menggambarkan ratio kinerja Bank NTT

Dari laporan tersebut, diketahui, kewajiban penyediaan modal minimum September 2018 sebesar 22,14, persen,  Asset Produktif bermasalah dan  asset non produktif bermasalah  terhadap total asset produktif dan asset  non produktif tahun 2018  sebesar 2,28,

Asset produktif bermasalah terhadap total asset produktif  tahun 2018 sebesar 2,35 persen, Cadangan kerugian penurunan nilai asset keuangan terhadap asset produktif tahun 2018 sebesar 1,55 persen, NPL Gross    tahun 2018 sebesar 2,95 persen, NPL Net  tahun 2018 sebesar 1,43  persen.

Kepala OJK Perwakilan NTT, Winter Marbun yang dihubungi, Rabu (14/11/2018), mengatakan, untuk menilai tingkat kesehatan suatu bank, bisa dilakukan oleh bank itu sendiri (self assesment) atau dinilai pengawas (dalam hal ini OJK). Apabila hasil penilaian  terdapat perbedaan maka yang digunakan adalah penilaian yang dibuat oleh pengawas (OJK).

Ia mengatakan, sesuai ketentuan, OJK adalah lembaga yang independen sehingga penilaiannya bebas dari kepentingan pihak tertentu.

Dikatakan Winter, untuk menilai tingkat kesehatan bank maka penilaian dilakukan dengan berdasarkan risiko, artinya penilaian tingkat kesehatan bank tidak hanya memperhatikan kondisi saat ini atau kondisi sebelumnya, tetapi memperhatikan juga risiko yang akan dihadapi bank dimasa yang akan datang.

Aspek yang dinilai ada 5 aspek yaitu aspek risiko, aspek menghasilkan laba, aspek Good Corporate Gavernance, dan aspek Permodalan. Dari hasil penilaian kelima aspek itu, katanya,  bank dikategorikan menjadi 5 peringkat yaitu Peringkat Komposit 1 sampai dengan 5.  Peringkat Komposit 1 tergolong Sangat Sehat, Peringkat Komposit 2 tergolong Sehat, Peringkat Komposit 3 tergolong Cukup Sehat, Peringkat Komposit 4 tergolong Kurang Sehat, dan Peringkat Komposit 5 tergolong Tidak Sehat.

 Namun pada prakteknya, kata Winter, banyak pihak yang menilai kondisi bank dengan kriteria masing masing. Tapi untuk penilaian tingkat kesehatan bank dalam rangka prudential banking dan pengawasan/pembinaan bank harus menggunakan tingkat kesehatan yg diatur oleh OJK. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved