Opini Pos Kupang

Ancaman El Nino Terhadap Tanaman Pangan di NTT

El Nino adalah peristiwa alam akibat pemanasan suhu muka laut yang tidak wajar di Samudra Pasifik sekitar equator

Ancaman El Nino Terhadap Tanaman Pangan di NTT
Pos Kupang/Dion Kota
ilustrasi 

Oleh: Linda Natalia So'langi
Kerja di Stasiun Klimatologi Kupang, BMKG

POS-KUPANG.COM - El Nino  bukanlah istilah asing bagi masyarakat. Fenomena ini belakangan memiliki sirklus yang lebih cepat terjadi dibandingkan di masa lalu.

Pada tahun 1950-1980, fenomena ini berulang terjadi dalam rentang 5-7 tahun sedangkan pada tahun 1981 hingga saat ini kecenderungan berulangnya semakin cepat bekisar 2-3 tahun. Hal ini merupakan dampak dari pemanasan global.

El Nino adalah peristiwa alam akibat pemanasan suhu muka laut yang tidak wajar di Samudra Pasifik sekitar equator khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru) yang meningkatkan curah hujan di daerah tersebut.

Akibat tekanan di perairan ini lebih rendah dari sekitarnya sehingga menarik massa udara dari perairan lainnya pada wilayahnya. Penyimpangan kondisi ini mengakibatkan gangguan iklim global, seperti berdampak pada wilayah Indonesia yang mengalami kekurangan massa uap air pembentuk awan-awan hujan.

Singkatnya, jika terjadi El Nino maka Indonesia memiliki kecenderungan akan berkurangannya massa uap air (kekeringan).

Tahun 2015-2016 merupakan tahun dengan pengaruh EL Nino sangat dirasakan beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT rentan terhadap bencana kekeringan karena secara klimatologis provinsi ini tergolong daerah semi-arid dengan curah hujan rendah.

Sebagian besar wilayah memiliki musim kemarau lebih panjang (7-9 bulan) dibandingkan musim hujan (3-5 bulan). Banyak wilayah yang pada puncak musim kemarau (akhir September-awal Oktober) masuk dalam kategori kekeringan ekstrem (keadaan yang perlu diwaspadai) yaitu keadaan suatu wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan (curah hujan di bawah 1 mm) berturut-turut lebih dari 60 hari.

Pada saat terjadi El Nino kuat tahun 2015-2016, umumnya musim hujan mundur dari normal sekitar 2-5 dasarian (10 harian). Hal ini memperburuk keadaan petani di NTT.

Sebagian besar pertanian di provinsi ini merupakan lahan tadah hujan, yang sumber air bergantung pada curah hujan. Berdasarkan data ketahanan pangan Provinsi NTT, pengaruh El Nino signifikan terhadap luas kerusakan tanaman pangan khususnya padi dan jagung. Jika melihat dari grafik di bawah ini Oceanic Nino Indeks (ONI) adalah anomali suhu muka laut di Pasifik ekuator yang menandakan adanya fenomena El Nino jika nilainya mencapai >= 0.5 ºC.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved