Berita Human Trafficking

Putri Liu Feto Asal Kupang Jadi Korban Human Trafficking, Ditemukan di Kuala Lumpur Malaysia

Putri Liu Feto asal Kota Kupang Provinsi NTT akhirnya ditemukan di Kuala Lumpur Malaysia setelah menghilang selama 6 bulan

Putri Liu Feto Asal Kupang Jadi Korban Human Trafficking, Ditemukan di Kuala Lumpur Malaysia
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Putri Liu Feto

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seorang remaja asal Kota Kupang Provinsi NTT akhirnya ditemukan di Kuala Lumpur Malaysia setelah menghilang tanpa kabar sejak enam bulan lalu.

Penemuan ini dikabarkan oleh Ellyas, aktivis Komite Nasional Relawan Indonesia - Indonesia Hari Ini - Diaspora Kupang yang bermukim di Kuala Lumpur.

Melalui pesan elektronik yang diterima POS-KUPANG.COM pada Selasa (13/11/2018), Ellyas mengabarkan bahwa saat ini, korban perdagangan orang atau humman trafficking internasioanal yang bernama Putri Liu Feto (16) telah berada dalam pengawasan lembaga mereka.

Dijelaskannya, Putri Liu Feto merupakan siswi SMK Negri I Kupang yang hilang 6 bulan lalu ternyata menjadi korban human trafficking internasional.

Putri Liu Feto lahir di Kupang pada 15 Agustus 2002. Ia merupakan anak ketiga putri dari pasangan Lamber Liu Feto dan Felpina yang berdomisili di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Elllyas menjelaskan, menurut penuturannya korban dibawa oleh seorang pencari tenaga kerja asal Kupang yang mengaku bernama Yanto, menggunakan pesawat terbang dari Kupang ke Surabaya kemudian ke Batam.
Dari Batam, korban dan seorang rekannya, Tasya Loden asal Rote lalu dibawa ke Riau dengan boat.

Baca: Timnas Indonesia Akhirnya Menang 3-1 Atas Timor Leste Piala AFF 2018

Baca: 2 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Ditangkap Setelah Sempat Datang Kondangan

Di Riau mereka menginap di rumah seorang yang mengaku mengurus TKI. Dari Riau mereka kemudian dibawa ke Johor menggunakan boat. Mereka kemudian diturunkan di hutan belantara lalu oleh tekong diantar ke penampungan TKW di Johor.

Selama satu minggu kemudian, korban dibawa kepada seorang majikan keturunan China, lalu dipaksa untuk pindah ke majikan asal India di Subang Jaya, Malaysia Jl. USJ No. 22.

Di tempat ini korban bekerja sebagai baby sitter selama 2 bulan dan kemudian berpisah dengan Tasya Loden.

Pada tanggal 9 Agustus 2018 korban dijemput diam-diam oleh Achi, salah satu TKW asal Kupang yang bekerja sebagai pelayan di restoran di Kuala Lumpur.

Korban yang mengalami kekerasan dari sesama TKW asal NTT kemudian kabur dan dijemput oleh Yohana Nomleni dan diantar ke kantor Komite Nasional Relawan Indonesia di daerah Wangsa Permai Kualalumpur pada Selasa (13/11/2018) malam.

Ellyas mengharapkan kepada masyarakat luas untuk menyampaikan informasi penemuan Putri ini kepada keluarga yang berada di Sikumana, Kupang NTT. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved