Berita Kabupaten Sikka

Pasar Alok Sepi Pembeli! Buah Pisang dan Ubi Jadi Makanan Babi

Dibukanya Pasar Pagi Terbatas menggunakan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Maumere akhir bulan September 2018, kunjungan pembeli ke Pasar Alok,

Pasar  Alok  Sepi Pembeli! Buah Pisang dan  Ubi Jadi  Makanan  Babi
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Penjual ubi menunggui pembeli di PasarAlok, Kota Maumere, Pulau Flores,Propinsi NTT, Selasa (13/11/2018). 

Laporan   Wartawan  Pos-kupang.com,  Eginius   Mo’a

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE---- Apes  menimpa para penjual  pisang masak, pepaya  dan  ubi-ubian di Pasar Alok, Kota  Maumere,  Pulau   Flores, Propinsi   Nusa Tengga  Timur (NTT).

Dibukanya Pasar Pagi  Terbatas menggunakan Tempat Pendaratan Ikan  (TPI) Maumere  akhir bulan September 2018,  kunjungan pembeli  ke  Pasar Alok,  pasar  tradisional terbesar di  Pulau  Flores  turun  drastis.

Baca: Dikuburkan Hari Ini! Tiga Warga Selalejo Timur, Mauponggo Tewas Tertimbun Longsor

“Pisang  masak  dan pepaya paling lama tahan  tiga hari.   Tidak  laku  kami kasih  babi  makan. Ini  kejadian sejak pemerintah buka TPI jadi pasar,”  keluh Kosmas Mademus dibenarkan   Vincentius, dan Niko  Noeng,  kepada  POS-KUPANG.COM,  Selasa  (13/11/2018)  di  Pasar  Alok.

Niko,  penjual asal Desa Waiara, Kecamatan Waigete menuturkan pendapatan  dari  jualan pisang masak dan ubian-ubian  turun  drastis.  Keuntungan  untuk belanja  ikan dan sayur untuk konsumsi sehari-hari  tidak bisa dipenuhinya lagi.

“Tempo hari sebelum TPI jadi pasar, setiap hari masih bisa  beli ikan sayur untuk anak dan istri di rumah. Cicilan koperasi  harian  saya masih bisa  bayar.  Buku tulis,pensil dan  balpoin untuk anak-anak sekolah, masih bisa beli. Tapi sejak  TPI jadi  pasar,  kami  tidak punya pendapatan lagi,” ujar Niko.

Niko juga  biasanya membeli   tiga  sampai  empat karung ubi keladi  di  Pasar  Wairkoja, Kecamatan Kewapante setiap hari Jumat.  Seminggu  ubi  itu  akan   laku terjuang di Pasar  Alok.  Namun  kini, sekarung ubi keladi dibeli minggu  lalu   belum  habis.

“Saya tidak berani lagi  belanja ubi-ubian dan  pisang  sampai  Rp 1 juta.  Dulu saya  biasa  lakukani. Tidak laku dan  jadi makanan babi,” ujar Niko.

Menurut  Niko, semua  kebutuhan dijual  di TPI  telah membuat sepi  Pasar Alok. Lebih  celaka  hari Minggu, Pasar  Alok  seperti  tidak berpenghuni.  Semua  jenis kebutuhan dijual di TPI sampai  ke  ruas  jalan pertokoan.

“Jarang pembeli  datang dua  kali ke pasar. Kalau di  TPI tersedia semua kebutuhan, untuk  apa  dia ke Pasar Alok. Setiap hari  pembeli  ke TPI,” ujarnya.

Niko menyarankan  pemerintah  menutup saja  Pasar  Alok mengalihkan semua pedagang ke TPI. Percuma,  pasar dibangun  miliaran rupiah tidak  dimanfaatkan maksimal. *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved