Berita Kabupaten Kupang

Tunggakan Pajak PT PGGS Telah Dibayar Lunas

terhitung tanggal 8 Nopember 2018 lalu, manajemen PT PGGS melalui kuasa hukumnya telah datang melunasi. Tidak ada lagi tunggakan pajak oleh PT PGGS

Tunggakan Pajak PT PGGS Telah Dibayar Lunas
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Kadis Pendapatan Kabupaten Kupang, Nimrot Noke 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI-----Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Kupang, Nimrot Noke mengakui PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) telah melunasi pembayaran tunggakan pajak senilai Rp 857.209.312. Pajak sampai 2018 ini untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan seluas 3.720 hektar di Kabupaten Kupang.

Nimrot Noke kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/11/2018) menuturkan, terkait polemik di media soal pajak PBB oleh PT PGGS dimana ada yang mengatakan belum dibayar dan ada yang bilang sudah dilunasi, maka selaku pimpinan dinas meluruskannya.

Baca: BREAKING NEWS! Pekerja Bangunan Tewas di Dermaga Soekarno-Ende

Perihal pajak PBB itu, terhitung tanggal 8 Nopember 2018 lalu, manajemen PT PGGS melalui kuasa hukumnya telah datang melunasi. Tidak ada lagi tunggakan pajak oleh PT PGGS dan ini bukan satu-satunya syarat untuk dikeluarkannya ijin usaha industri karena harus ada persyaratan lainnya.

"Kalau soal tunggakan pajak memang sudah dilunasi. Perlu digarisbawahi bahwa ini bukan satu-satunya syarat agar pemerintah keluarkan ijin usaha industri. Ada syarat lain lagi tapi itu ada porsi institusi lain. Tugas kami pada terima pajak. Jadi tanggal 8 Nopember mereka sudah bayar tuntas tunggakannya," tegas Nimrot.

Menyinggung soal pajak dari perusahaan lain yang kini tengah membuka usaha garam, Nimrot menjelaskan, untuk PT Garam Indo Persero sejak tahun 2017 hingga 2018 mereka membayar Rp 90 juta. Sementara dari PT Garam Indo Nasional (GIN) dirinya belum mengetahui apakah sudah dibayarkan atau belum. Tetapi untuk di Dinas Pendapatan, belum menerima pajak dari perusahaan ini.

Sebelumnya diberitakan, PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS)memenuhi janji untuk menuntaskan pembayaran tunggakan pajak PBB  atas lahan Hak Guna Usaha (HGU)  seluas 3.720 hektar  di wilayah Kabupaten Kupang senilai Rp 857.209.312. Manajemen perusahaan sudah membayarkan pajak tersebut di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang tanggal 8 Nopember 2018.

Demikian disampaikan tim kuasa hukum PT PKGD sebagai perusahaan yang telah mengakuisisi saham PT PGGS, melalui juru bicara, Henry Indraguna dalam press release yang diterima Pos Kupang, Sabtu  (10/11/2018).

Menurut Henry Indraguna,  pembayaran pajak itu merupakan bentuk tanggung jawab pelaksanaan kewajiban PT PGGS sebagai pemilik lahan HGU Nomor 6 tahun 1992 seluas 3.720 hektar.Bentuk tanggung jawab perusahaan atas negara ini telah dilakukan maka  kewajiban membayar inipun harus diikuti dengan kemauan baik Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memberikan ijin usaha industri (IUI) sehingga  PT. Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) segera melaksanakan usaha di HGU tersebut.

Pembayaran pajak itu, kata Henry merupakan bukti bahwa Negara mengakui PT PGGS sebagai pemilik lahan HGU Nomor 6 tahun 1992. Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengakui PT PGGS sebagai pemilik HGU Nomor 6 tahun 1992 itu. Pembayaran inipun menjadi bukti bahwa PT PGGS bukan perusahaan bodong seperti yang dikatakan oleh pihak-pihak yang tidak paham hukum. (*)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved