Berita Kabupaten TTS

Ngaku Uang Dana PIP Diambil Roh Halus, Kadis P dan K TTS Panggil Kepsek SD Negeri Niki-Niki IV

Jika benar uang PIP milik 40 siswa-siswi telah ditilep sang kepala sekolah, Edison berjanji akan menekan kepala sekolah agar secepatnya mengganti uang

Ngaku Uang Dana PIP Diambil Roh Halus, Kadis P dan K TTS Panggil Kepsek SD Negeri Niki-Niki IV
POS KUPANG/DION KOTA
‚ÄéKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTS, Edison Sipa kaget ketika mendengar kasus penggelapan dana program Indonesia pintar ( PIP) di SD Negeri Niki-niki IV tahun anggaran tahun 2016.

Dirinya berjanji, akan segera memanggil Kepala Sekolah SD Negeri Niki-niki IV, Maria Benu untuk mengklarifikasi hal tersebut.

Jika benar uang PIP milik 40 siswa-siswi telah ditilep sang kepala sekolah, Edison berjanji akan menekan kepala sekolah agar secepatnya mengganti uang PIP Senilai Rp. 16. 800.000.

Baca: Kepsek SD Negeri Niki Niki IV Sebut Uang PIP Diambil Roh Halus di Rumahnya

Baca: Dituding Gunakan Uang PIP untuk Siswa, Begini Penjelasan Kepsek SD Negeri Niki Niki IV

Baca: Minum Rebusan Kulit Pisang 2 Kali Sehari, 3 Penyakit Ini Akan Sembuh Tanpa Obat

Kadis P dan K Kabupaten TTS, Edison Sipa
Kadis P dan K Kabupaten TTS, Edison Sipa (pos kupang.com, dion kota)

"Saya baru dengar masalah ini. Waduh itu tidak baik kalau kepala sekolah sampai "memakan" uang PIP milik anak didik sendiri. Saya akan langsung perintahkan Kabid SD untuk panggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk klarifikasi.

Jika benar kepala sekolah sampai melakukan hal tersebut, saya akan perintahkan dia ganti uang anak-anak secepatnya. Kalau tidak, saya yang akan bawa masalah ini ke ranah pidana, " ungkap Edison dengan nada tinggi saat ditemui pos kupang, Senin ( 12/11/2018) di ruang kerjanya.

Kasus dugaan penggelapan dana PIP bukan pertama kali terjadi. Sebelum kasus di SD Negeri Niki-niki IV mencuat, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Amanuban Selatan berinisial SO sudah lebih dahulu berurusan dengan pihak kepolisian setelah aparat kepolisian menemukan uang senilai 210 juta di dalam kamarnya.

Uang tersebut ternyata uang dana PIP yang sebelumnya berdasarkan pengakuan SO, uang tersebut sudah terbakar bersama bangunan kantor sekolah. Atas perbuatan SO, saat ini dirinya sudah berstatus tersangka dan di tahan di Mapolres TTS.

Terkait Kasus SO, Edison mengatakan, dirinya menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan urusan pidana tersebut kepada pihak penyidik. Dirinya berharap, pihak kepolisian bisa mengungkap kasus kebakaran ruang tata usaha dan kantor sekolah SMP Negeri 3 Amanuban Selatan dan kasus dugaan pengelapan dana PIP dengan tersangka SO.

" Kita serahkan proses ini kepada pihak kepolisian agar dituntaskan. Untuk SO yang sudah berstatus tersangka, apa bila terbukti melakukan penggelapan dana PIP maka terancam dipecat. Untuk memastikan proses KBM tetap berjalan dengan baik, kita akan segera menunjukan satu guru senior di SMP Negeri 3 Amanuban Selatan untuk menjadi guru koordinator guna memastikan semua proses KBM berjalan dengan baik," ujar pria berkaca mata ini.

Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu
Kepala Sekolah SD Negeri Niki Niki IV, Maria Benu (POS-KUPANG.COM/Dion Kota)

Dari kasus SD Negeri Niki-niki IV dan SMP Negeri 3 Amanuban Selatan lanjut Edison, dirinya berharap bisa menjadi pembelajaran bagi para kepala sekolah lainnya agar tidak bermain mata dengan dana PIP.

Apa yang menjadi hak anak-anak harus diberikan utuh kepada mereka. Saat ini gaji dan tunjangan seorang kepala sekolah sudah cukup besar, sehingga sangat disayangkan jika masih ada kepala sekolah yang mencubit dana PIP.

" Ini harus jadi pembelajaran buat yang lain agar tidak main-main dengan dana PIP. Kalau berani main-main, bisa berujung di penjara bahkan dipecat dari ASN," sebutnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved