Berita Manggarai Timur

Harga Kopi dan Kakao Stagnan! Petani Borong Menjerit Saat Jual Hasil Komoditi

Yang mana petani belum mendapatkan harga komoditi unggulan karena para tengkulak seenaknya mengatur harga komoditi.

Harga Kopi dan Kakao Stagnan! Petani Borong Menjerit Saat Jual Hasil Komoditi
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Camat Borong, Gaspar Nanggar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Harga komoditi kopi dan kakao di Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) masih membuat petani menjerit saat menjual hasil komoditi.

Yang mana petani belum mendapatkan harga komoditi unggulan karena para tengkulak seenaknya mengatur harga komoditi.

"Dampak langsung dirasakan petani yakni komoditinya banyak tapi petani tidak pernah untung. Petani selalu menjerit dan menderita. Maka itu ke depan perlu ada kesamaan harga komoditi kopi dan kakao," papar Camat Borong, Gaspar Nanggar di Borong yang ditemui POS-KUPANG.COM, Minggu (11/11/2018) siang.

Ia menjelaskan, Desa Golo Lalong berada di
ujung utara Kecamatan Borong yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Poco Ranaka.

"Total penduduk Desa Golo Lalong 840 jiwa dan jumlah KK sebanyak 127. Potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Golo Lalong adalah kopi, cengkeh dan kakao. Namun untuk kakao karena desa ini ada di ketinggian makanya pertumbuhan kakao agak sedikit sulit berkembang. Namun peluang untuk budidaya ikan air tawar di Golo Lalong sangat baik perkembangannya," ujar Camat Gaspar.

Ia menjelaskan, Kecamatan Borong adalah daerah yang sangat potensial karenaada tanaman hultikultura, kopi dan ikan air tawar.

"Selama ini, petani banyak mengalami masalah seperti harga kopi dan kakao," papar Camat Gaspar.

Ia menambahkan, Borong terdiri dari lima belas desa dan tiga kelurahan dengan total penduduk 43. 80 jiwa dengan jumlah KK 10.496.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved