Berita Kabupaten Malaka

Bupati Malaka Surati Menpan-RB Minta Deskresi

Menurut Bupati Stef, ujian CPNS di Kabupaten Malaka sudah selesai. Peserta yang mendaftar sebanyak 3.216 orang, peserta yang mengikut ujian sebanyak

Bupati Malaka Surati Menpan-RB Minta Deskresi
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
SERAH HASIL--Pengawas ujian dari BKN, Ariyanto menyerahkan hasil ujian kepada Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disaksikan Polisi dan TNI, di Kantor Bupati Malaka, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN----Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menyurati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) terkait hasil ujian CPNS di Malaka tahun 2018. Inti surat tersebut adalah meminta Menpan-RB untuk membuat kebijakan diskresi bagi peserta ujian yang belum lulus passing grade agar penentuan kelulusan bisa diurutkan berdasarkan nilai tertinggi.

Hal itu dikatakan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di sela acara penyerahan hasil tes CPNS dari BKN kepada Bupati Malaka di Betun, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Bupati Stef, ujian CPNS di Kabupaten Malaka sudah selesai.
Peserta yang mendaftar sebanyak 3.216 orang, peserta yang mengikut ujian sebanyak 3.193 dan peserta yang lulus passing grade 23 orang dari formasi 500 orang.

Melihat hasil ini, Bupati Stefanus Bria Seran mengaku kecewa karena peserta yang lulus hanya 23 orang.

"Sebagai manusia saya kecewa atas hasil tes CPNS di Malaka tahun 2018, tetapi sebagai pemimpin, saya harus terima hasil tes ini karena sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan," ungkap Bupati pencetus program RPM ini.

Menyikap kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Malaka menyurati Kemenpan-RB agar membuat kebijakan deskresi karena Kabupaten Malaka merupakan kabupaten di daerah perbatasan dan kabupaten baru yang lagi membutuhkan pegawai. Surat akan disampaikan kepada Presiden RI, Wakil Presiden, Ketua DPR RI , DPD, Mendagri dan Gubernur NTT.

Pemerintah Kabupaten Malaka meminta kebijakan bukan semua peserta diterima tetapi berdasarkan perengkingan dari hasil tes.

"Kebijakan itu bukan berarti semuanya mau diterima tetapi berdasarkan perengkingan dari hasil tes. Misalnya formasi guru matematika di sekolah itu ada satu orang terus yang ikut tes 10 orang yang tes tapi semuanya tidak lulus. Jadi urutkan dari mereka 10 orang itu untuk dapat satu," jelas Bupati Stef.

Menurut Bupati Stef, jika permintaan tersebut dipenuhi oleh Menpan-RB maka Pemerintah Kabupaten Malaka siap mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi peserta yang belum lulus passing grade tersebut sesuai bidang tugasnya sesuai harapan pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved