Berita Kabupaten TTU

Kasus Penyalagunaan Solar: Penyidik Tipiter Polres TTU Periksa Saksi Penting! Ini Perannya

Kalau dari keterangan mereka, pimpinan perusahaan itu adalah orang yang yang bertanggung jawab dalam perusahaan itu, karena dia mengeluarjan uang, dia

Kasus Penyalagunaan Solar: Penyidik Tipiter Polres TTU Periksa Saksi Penting! Ini Perannya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Waka Polres Kabupaten TTU, Kompol. Yeter B. Selan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Aparat penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres TTU masih melakukan pemeriksaan terhadap salah satu saksi yang berperan penting dalam kasus penyalagunaan BBM jenis solar di TTU.

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Kabupaten TTU, Yeter B. Selan, S.H kepada Pos Kupang di ruang kerjannya, Jumat (9/11/2018).

Baca: BREAKING NEWS: Tiga Pesawat Wings Air Batal Berangkat! Penumpang Nginap di Hotel Pelangi

Yeter mengatakan, saksi yang sedang diperiksa berperan sangat penting dalam kasus tersebut karena menerima uang dari pemilik PT Gabriel Gabriela Jaya. Saksi tersebut, kemudian memberikan uang kepada supir dum truk untuk melakukan pengisian solar di SPBU.

"Tadi saya yang perintah untuk dia juga diambil keterangannya karena ada beberapa alat bukti yang saya lihat urutannya lengkap, dia membelinya tanggal berapa, bulan berapa, tahun berapa, kemudian berapa liter yang dia isi, kemudian bayarnya berapa, alat buktinya saya lihat lengkap," ujarnya.

Yeter menambahkan, keterangan dari saksi penting itu yang diberikan kepada penyidik, secara umum menyatakan bahwa uang yang digunakan untuk membeli solar diterima dari pimpinan PT Gabriel Gabriela Jaya.

"Itu berarti bos perusahaan itu tau kalau perusahaan itu harus menggunakan BBM industri tetapi dia bisa menyuruh karyawannya, bahkan mengirim uang atau transfer uang, atau memberikan langsung untuk melakukan pembelian BBM bersubsidi di SPBU," jelasnya.

Yeter menegaskan, dari keterangan para tersangka, feedbacknya adalah bahwa terhadap kasus penyalagunaan solar tersebut, tersangka tidak bisa hanya satu orang saja, namun tersangkanya bisa sampai kepada orang yang paling bertanggung jawab dalam perusahaan tersebut.

"Kalau dari keterangan mereka, pimpinan perusahaan itu adalah orang yang yang bertanggung jawab dalam perusahaan itu, karena dia mengeluarjan uang, dia menyuruh melakukan pengisian di SPBU, ya tentu tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved