Berita Kabupaten Kupang Terkini

Sumari Manao Bangga Juarai Lomba Penuturan Sejarah Lokal

Sumari Novita Manao, pelajar SMPN Amabi Oefeto, bangga meraih juara pertama lomba penulisan dan penuturan sejarah lokal Kabupaten Kupang.

Sumari Manao Bangga Juarai Lomba Penuturan Sejarah Lokal
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Para juara ketika berfoto bersama tim yuri, panitia lomba dan Sekertaris Dinas Dikbud Kupang, Guntur Taopan, di Oelamasi, Kamis (8/11/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Sumari Novita Manao, pelajar SMPN Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, bangga meraih juara pertama lomba penulisan dan penuturan sejarah lokal Kabupaten Kupang.

Dia berhasil menyisihkan 9 peserta dari SMP lainnya dengan mengoleksi skor 243,8.

Sumari didampingi kedua orangtuanya, Wempi Manao dan Ribka Makasar, kedua guru pembimbing, Sarlince Bia dan Welem Frare, kepada POS-KUPANG.COM di Oelamasi, Kamis (8/11/2018), tidak banyak berkata dan hanya menyampaikan terharu dan bangga.

Baca: Seleksi CPNS di Sumba Tengah, 1.640 Peserta Rebut 301 Formasi, yang Lulus Passing Grade 11 Orang

Pendampingan yang dilakukan guru pembimbing sejak Agustus 2018 tidak sia-sia dan membawa nama harum sekolahnya.

"Saya bangga sekali bisa harumkan nama sekolah. Saya ikut arahan guru pembimbing dengan baik dan latihan cukup memakan waktu. Ini prestasi yang sangat membanggakan buat saya dan kedua orangtua," katanya.

Baca: Sekda Kota Kupang Minta Generasi Muda Sukseskan Pesta Politik 2019

Kepala Bidang Kebudayaan yang juga panitia lomba, Nonce Tefa mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang melalui Bidang Kebudayaan menggelar lomba penulisan dan penuturan lokal yang diikuti 10 peserta tingkat SMP dari lima kecamatan.

Kegiatan lomba yang dibuka Plt Sekda, Joni Nomseo ini merupakan final dari rangkaikan kegiatan lomba sebelumnya yang diikuti 17 peserta namun 7 di antaranya tidak lolos dan menyisahkan 10 orang.

Dijelaskannya, dari proses seleksi menghasilkan 10 orang di babak final ini berasal dari 5 kecamatan yakni, Fatuleu, Kupang Timur, Kupang Tengah, Nekamese, Kupang Barat.

Dalam kegiatan lomba ini menghadirkan tiga juri, yakni Wili Karangora, Kris Niron dan Stefanus Kopong Wothan.

Plt Sekda Kabupaten Kupang, Joni Nomseo ketika membuka kegiatan ini menegaskan, pemerintah sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini. Hal ini dimaksudkan agar generasi muda bisa mengenal sejarah budaya daerah ini.

Untuk itu dia berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kupang yang memprogramkan kegiatan ini. Ke depan diharapkan tetap dilanjutkan sehingga budaya daerah ini bisa dikenal ileh daerah lain.

"Generasi seperti ini harus lebih kenal sejarah budaya sendiri. Era teknologi sekarang cukup canggih sehingga generasi muda lupa budaya sejarah. Tugas kita menantang era globalisasi.
Jika tidak pupuk sekarqng maka nilai budaya hilang. Sekarang bahasa daerah sudah pupus dan ini kedepan bisa hilang. Tugas kita lestarikan budaya daerah ini," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved