Berita Nasional Terkini

Di Hadapan Hakim, Bupati Bener Meriah Menangis Ingat Anak-anaknya

Bupati Bener Meriah Ahmadi teringat anak-anaknya saat menjalani sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Di Hadapan Hakim, Bupati Bener Meriah Menangis Ingat Anak-anaknya
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Bupati Bener Meriah Ahmadi teringat dengan anak-anaknya saat menjalani sidang lanjutan pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Bupati Bener Meriah Ahmadi teringat anak-anaknya saat menjalani sidang lanjutan pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Ahmadi adalah terdakwa kasus dugaan korupsi pengalokasian penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Ia didakwa menyuap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Rp 1 miliar. Jelang akhir persidangan, Ahmadi menceritakan sedikit kegiatannya bersama Irwandi Yusuf di Seattle, Amerika Serikat, ke tim pengacaranya.

Baca: Menteri Yohana Kukuhkan 1.500 Srikandi Penjaga Sungai Indonesia

Sebelumnya, tim kuasa hukum menampilkan foto Ahmadi, bersama Irwandi dengan sejumlah orang asal Indonesia dan satu warga asing.

Ahmadi mengatakan, foto tersebut diambil dalam kegiatan acara Global Specialty Coffee Expo. Ahmadi menjadi perwakilan delegasi bersama Irwandi untuk mempromosikan kopi khas Aceh. Tim kuasa hukum sempat menanyakan soal keluarganya.

Baca: Ditunda, Wisuda Mahasiswa UGM yang Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

"Baik, Pak. Pertanyaan berikut saya, Bapak sudah berkeluarga, Pak?" tanya salah seorang pengacara kepada kliennya tersebut. "Sudah," jawab Ahmadi.

Lantas, tim kuasa hukum menanyakan berapa jumlah anak kandung yang dimilikinya. Mendengar pertanyaan itu, Ahmadi terdiam sesaat. Kemudian, terdengar isakan tangis. "Saya punya anak empat, Pak," jawab Ahmadi terbata-bata.

"Saya punya anak empat, yang satu 14 tahun, nomor dua 9 tahun, nomor tiga 7 tahun nomor empat 2,5 tahun," lanjutnya.

Tim kuasa hukum menanyakan, apakah Ahmadi menyesali segala perbuatannya sebagaimana yang telah disampaikan ke majelis hakim dan jaksa KPK.

"Tentu saya sangat menyesal, karena dengan keadaan seperti ini, saya tidak dapat lagi memberikan kasih sayang saya kepada anak anak saya, Pak," ujar dia sambil menahan tangis.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved