Begini Tanggapan Siswa SMAN 1 Kupang Setelah Mengikuti Simulasi Hadapi Gempa Bumi

Mereka adalah siswa-siswi terpilih yang termasuk dalam satgas posko dan tenda. Dari ruangan kelas, bergerombol

Begini Tanggapan Siswa SMAN 1 Kupang Setelah Mengikuti Simulasi Hadapi Gempa Bumi
POS KUPANG/RICKO WAWO
Siswa-siswi SMAN 1 Kupang mengevakuasi korban gempa bumi dalam simulasi yang diadakan di halaman SMAN 1 Kupang, Rabu (7/11/2018). 

POS-KUPANG.COM - Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Kota Kupang saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di SMAN 1 Kupang. Bunyi sirene dari mobil Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) NTT yang terparkir di halaman SMAN 1 Kupang memberi tanda adanya gempa dan evakuasi harus segera dilakukan.

Kepanikan terjadi di ruang kelas akibat guncangan gempa. Puluhan siswa berseragam pramuka dengan sigap berlari ke halaman sekolah dan segera mendirikan tenda darurat.

Mereka adalah siswa-siswi terpilih yang termasuk dalam satgas posko dan tenda. Dari ruangan kelas, bergerombol puluhan siswa lainnya berlari ke area halaman sekolah sambil meletakkan tas sekolah di atas kepala. Mereka tak sendiri.

Baca: Kebiasaan Sebelum Tidur Seseorang Berdasarkan Zodiak, Pisces Aneh Banget

Baca: Siaran Langsung RCTI Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2018 Besok Pukul 19.00 WIB

Baca: Kapolri Tito Karnavian Lantik 20 Jenderal Baru, Ini Daftar Nama Mereka

Kelompok siswa dari satgas evakuasi bantu mengarahkan pergerakan mereka di tengah guncangan gempa. Tak hanya itu, satgas Palang Merah Remaja SMAN 1 Kupang juga membantu rekan-rekannya yang terluka, patah tulang dan korban rujukan ke rumah sakit. Mereka membopong korban yang terluka. Angkut korban patah tulang dengan tandu dan beri pertolongan pertama.

Ketika semua siswa sudah berada di area yang aman terkendali, Joshua Laposaly, Tunggal Sari, Chacha Makandolu dan Gilbert Manukule mulai mendata korban satu per satu. Mereka melaporkan data tersebut kepada kepala sekolah.

Pemandangan di SMAN 1 Kupang, Rabu (7/11/2018) pagi memang tak biasa. Dua tenda BNPB, sebuah mobil ambulans BNPB dan peralatan medis lengkap digelar di halaman sekolah.

Pagi itu berlangsung Simulasi Menghadapi Gempa Bumi yang dikoordinasikan BNPB NTT. Simulasi tanggal 6-7 November 2018. Pada hari pertama hanya diadakan gladi kotor. Sedangkan untuk simulasi pada hari kedua.

"Rata rata anak pramuka ditempatkan di setiap satgas," kata Joshua Nobrihas selaku ketua pramuka. Ia amat senang bisa terlibat langsung dalam simulasi ini. Menurut Joshua kegiatan penanggulangan bencana menjadi dasar bagi pramuka. Ia berkomitmen membagikan pengalamannya kepada teman teman dan kepada orangtuanya. "Semua pergerakan satgas ada di bawah komando," tuturnya.

Firmanto Padabain selaku ketua Palang Merah Remaja mengatakan para siswa harus bisa mencegah bencana dan mengurangi risiko bencana. Ia pun bertekad sosialisasikan penanggulangan bencana kepada orangtua dan teman sejawatnya.

Richard Pelt sebagai Kepala Seksi Kesiapsiagaan menguraikan simulasi ini merupakan penguatan kapasitas dengan instansi terkait. "Kami berikan pemahaman, sosialisasi, ancaman, pengenalan lingkungan dan bagaimana mereka melakukan penyelamatan evakuasi mandiri," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved