Berita Teenager

Whatsapp Cuma di-Read Langsung Baper Itu Hati Apa Wafer? Gampang Banget Hancur

Teeners, minggu ini kita mau bahas masalah baper alias bawa perasaan. Semua orang pasti pernah ngerasain baper

Whatsapp Cuma di-Read Langsung Baper  Itu Hati Apa Wafer?  Gampang Banget Hancur
ILS

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Hay Hay Hay, Teeners! Gimana kabar kalian semua? Udah masuk musim ujan nih Teeners. Jangan lupa sedia payung sebelum hujan yah.

Teeners, minggu ini kita mau bahas masalah baper alias bawa perasaan. Semua orang pasti pernah ngerasain baper. Ya ialah secara semua orang kan punya perasaan. Apalagi buat cewek-cewek yang biasanya emank pada umumnya selalu dikendalikan perasaan daripada logika.

Kenapa sih, perempuan gampang banget diserang virus baper? Apa karena perempuan adalah makhluk yang selalu mengedepankan perasaan dibandingkan logika? Kayaknya semua yang berhubungan sama perasaan akan menjadi sensitif bagi perempuan.

Baca: Saat Tinjau Ujian CPNS, Wakil Bupati Flotim Terima Keluhan Sulit Capai Passing Grade

Cewek juga kadang suka bilang laki-laki nggak peka, hanya karena tidak bisa menangkap semua kode yang diberikan cewek. Itulah kenapa cewek gampang banget kebawa perasaan alias baper. Diperhatiin dikit gampang sayang.

Kalau ditinggal pergi langsung baperan seolah jadi korban. Padahal siapa tahu perhatian yang diberikan sebelumnya adalah perhatian sebagai teman. Siapa nih yang sering ngalamin kayak gini?

Menurut Yulinda Permata, dia juga pernah mengalami yang namanya baper. Dia pernah begitu percaya diri menganggap laki-laki yang dekat dengan dia saat itu akan menjadi kekasihnya. Tapi, ternyata laki-laki itu cuma menganggap Linda sebagai seorang teman. Sedih!

Baca: Jelang Piala AFF 2018 - Fox Sport Asia Beri Nilai 7,5 pada Jersey Timnas Indonesia, Malaysia 8,5

"Dia perhatian sekali, hampir tiap hari kita chatting. Saya sudah Ge Er karena berpikir pasti dia punya perasaan. Dia ajak ketemu, kita ngobrol seperti orang pacaran. Tapi dia tidak tembak saya. Siapa yang tidak baper kalau dikasih perhatian seperti itu," ujar Linda.

Rasanya semua perempuan bakalan baper deh kalau kasusnya sama seperti Linda. Karena tidak mendapatkan kepastian, Linda pun memilh mundur daripada terus-terusan baper. Dia nggak mungkin nanya tentang kepastian hubungan mereka. Dia lebih memilih mundur secara teratur, sampai si lelaki menyadari sudah mulai ada jarak.

Baca: Relawan Rumah Juang Jokowi Bersihkan Sampah di Maumere

"Ya namanya juga perempuan, baper itu wajar sekali apalagi dalam kasus saya. Tapi sebagai perempuan kita harus move on jangan mau dikendalikan perasaan. Kita harus logis sekalipun itu menyakitkan," tuturnya.

Kenyataan memang kadang menyakitkan. Disaat kita sudah baper tingkat dewa terus pasangan atau orang yang deket sama kita cuma sallow, makan hati kan? Saat seperti itu kalian harus ngambil sikap Teeners. Betul kata Linda, harus move on. Gimana Teeners? Masih mau baper? (*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved