Passing Grade Meresahkan Peserta Tes CPNS di NTT

Dia menegaskan, sampai saat ini belum bisa diketahui peserta yang dinyatakan lulus tes CPNS atau tidak.

Passing Grade Meresahkan Peserta Tes CPNS di NTT
KOMPAS/LASTI KURNIA
Ilustrasi tes CPNS 

POS-KUPANG.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda mengingatkan peserta CPNS tidak terganggu dengan isu tentang passing grade.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada informasi apa pun dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tentang passing grade.

"Isu tentang passing grade ini menurunkan motivasi peserta untuk ikut ujian. Padahal belum ada informasi tentang passing grade dari BKN, baik lisan maupun secara tertulis," kata Igo Geroda di Larantuka, Selasa (6/11/2018) siang.

Baca: Pesawat Lion Air Tabrak Tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu, Sayapnya Robek

Baca: Aries Romantis, Ramalan Zodiak Rabu, 7 November 2081

Baca: Drakor Terbaru Boyfriend Akan Segera Tayang November 2018, Penasaran? Catat Tanggal Penyangannya

Dia menegaskan, sampai saat ini belum bisa diketahui peserta yang dinyatakan lulus tes CPNS atau tidak.

"Semoga pemberitaan ini meluruskan, bahwa tidak ada itu passing grade. Peserta CPNS ikuti saja ujian, rebut nilai tertinggi dan jangan terganggu dengan isu passing grade," imbuhnya.

Igo Geroda kembali mengingatkan peserta CPNS untuk fokus meraih nilai tertinggi. Jangan terganggu dengan isu passing grade.

Ditemui terpisah, Rektor Universitas Muhamadiyah Kupang, Dr. Zainur Wula, M.Si mengatakan, pemerintah perlu membuat kebijakan baru mengatasi 'krisis' seleksi CPNS tahun 2018 jika hasil akhir seleksi ternyata tidak memenuhi formasi yang dibutuhkan.

Zainur mengusulkan kebijakan itu bisa berupa tes ulang dengan menurunkan standar passing grade atau menggunakan sistem perangkingan. "Pemerintah tidak bisa menggunakan standar yang sama untuk seluruh Indonesia, mengingat kita di Indonesia timur memiliki keterbatasan-keterbatasan. Kalau bisa dibagi per wilayah dengan standar berbeda," usul Zainur.

Zainur juga menyoroti ketersediaan waktu dan kaidah penyusunan soal dalam seleksi CPNS kali ini.

"Waktu yang tersedia tidak sampai satu menit untuk setiap soal. Sedangkan bentuk soalnya cukup panjang. Belum lagi kalau jaringan internet eror. Saya kira perlu ada kebijakan yang memungkinkan orang untuk bisa masuk dalam seleksi CPNS kali ini," kata Zainur.

Ia menyarankan, jika waktu yang disediakan terbatas, redaksional soal lebih sederhana sehingga memungkinkan peserta untuk cepat memahami dan menjawab soal yang ada. (lik/dea)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved