Berita Sumba Barat

Di Sumba Barat Anak Tak Lulus CPNS! Mama Ardo Peluk Anak dan Menangis Sesenggukan

Mama Ardo salah satu staf PNS Kabupaten Sumba Barat bersama puluhan PNS lainnya semenjak pagi menyaksikan hasil ujian peserta sesi I CPNS

Di Sumba Barat Anak Tak Lulus CPNS! Mama Ardo Peluk Anak dan Menangis Sesenggukan
POS KUPANG/COM/PETRUS PITER
Mama Ardo Menangis Sesenggukan memeluknya anaknya Ardo yang gagal lolos passing grade pada ujian CPNS Kabupaten Sumba Barat, Rabu (7/11/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK---Mama Ardo, memeluk anaknya Ardo menangis sesenggukan, sesaat setelah anaknya keluar dari ruang ujian CPNS di gedung Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumba Barat, Rabu (7/11/2018) pukul 10.00 wita.

Mama Ardo adalah salah satu staf PNS Kabupaten Sumba Barat bersama puluhan PNS lainnya semenjak pagi menyaksikan hasil ujian peserta sesi I CPNS Kabupaten Sumba Barat, Rabu (7/11/2018).

Baca: Komisi di DPRD NTT Usulkan Tambahan Anggaran Rp 241 Miliar Lebih

Ia duduk dileret depan layar monitor. Sesekali wajah nampak tegang dan sesekali pula nampak geringan manaklah menyaksikan anaknya telah lolos passing grade TWK dan TIU. Namun kegirangan itu hilang seketika, saat melihat anaknya telah selesai mengerjakan soal ujian dan hasilnya tidak memenuhi syarat karena TKP hanya mencapai angka 135 dari passing grade 143 poin.

Baca: Hari ke-5 Ujian CPNS! Sumba Barat Daya Baru Tiga Orang yang Lulus

Kedatangan Mama Ardo bukan sekedar datang ikut ramai, tetapi ingin menyaksikan langsung hasil ujian anaknya mengikuti ujian CPNS pada sesi I itu.

Ardo merupakan salah satu peserta ujian sesi I CPNS Pada hari terakhir pelaksanaan ujian CPNS Kabupaten Sumba Barat, Rabu (7/11/2018).

Mama Ardo, berusaha duduk tenang tetapi penuh emosi seakan tidak percaya dengan hasil yang diraih anaknya.

Dan ketika anaknya keluar dari gedung BKPP, ia bergegas lari menyambut anaknya, memeluk erat anaknya seakan tak melepaskan pelukan anak kesayangannya itu. Ia terus menangis seakan tak bisa menerima hasil ujian yang terasa pahit menimpah anaknya.

Ia terus menangis keras, terus bertanya kenapa begini, kenapa begini, saepertinya belum bisa menerima hasil ujian anaknya.

Ditengah dekapan sang mama, Ardo tetap tegar, berusaha menguatkan mamanya, jangan menangis, masih ada kesempatan untuk mencoba lagi. Suasana terasa sedih.

Namun semua berlalu sering berdatangan teman dan sahabat menenangkannya. Suasanapun kembali nampak ceria meskipun air mata terus mengalir dipipi Mama Ardo. Mama Ardo sangat menyayangi anaknya dan bahagia selalau menyambut anaknya dalam keadaan apapun. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved