Berita Kabupaten TTS

Klemens : Saya Kira Ayam, Ternyata Potongan Tubuh Bayi

dirinya mengira jika anjing tetangga sedang menggigit ayam. Ternyata, saat dilihat dari dekat, potongan tubuh bayi yang sedang digigit anjing.

Klemens : Saya Kira Ayam, Ternyata Potongan Tubuh Bayi
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Klemens sedang menunjukan kuburan potongan bayi malang yang ditumpuk dengan batu karang. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE – Klemens Snae saksi mata yang pertama kali melihat potongan tubuh bayi yang sedang digigit anjing menceritakan, awalnya dirinya tak mengira jika yang digigit anjing adalah potongan tubuh bayi. Dari kejauhan, dirinya mengira jika anjing tetangga sedang menggigit ayam. Ternyata, saat dilihat dari dekat, potongan tubuh bayi yang sedang digigit anjing.

" Saya lihat dari kejauhan, seperti anjing sedang menggigit ayam, makanya saya minta adik saya untuk ambil ayam tersebut. Ternyata, saat didekati, yang digigit anjing ternyata potongan tubuh bayi," ungkap Klemens saat ditemui pos kupang, Selasa (6/11/2018) pagi di kediamnya.

Kaget melihat peristiwa tersebut, dirinya langsung bergegas melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian yang langsung turun ke TKP. Saat melakukan olah TKP, pihak kepolisian menemukan potongan tubuh bayi dari bagian perut ke atas dan ari-ari bayi malang tersebut. Potongan tubuh bayi malang tersebut selanjutnya dikuburkan tak jauh dari rumah tersangka.

" Potongan tubuh bayinya sudah dimakamkan," ujarnya.

Aksamina Bessi tetangga sekaligus keluarga tersangka, Nita Leu mengatakan, tersangka merupakan janda dengan dua orang anak. Suami tersangka, Alfred Tefa sudah meninggal pada tahun 2017 lalu. Selama ini, tersangka diketahui bekerja di sebuah salon di kawasan pasar inpres. Karena kesibukannya, tersangka jarang berkomunikasi dengan para tetangga.

Baca: Komedian Sule Dibuat Terharu oleh Seorang Tukang Parkir, Begini Kisahnya

Baca: Sesi Pertama Tes CPNS Kabupaten Kupang 7 Orang Penuhi Passing Grade

Baca: Cegah Aparatur Desa Terlibat Korupsi! Yaspensel Larantuka Gelar Sekolah Anti Korupsi

Baca: GGD Butuh Dukungan Dan Kerjasama Bangun SBD

" Sekarang saya yang urus dua anak tersangka yang masih berusia 9 dan 4 tahun. Tersangka selama ini sibuk bekerja, pergi pagi, pulang malam sehingga jarang bersosialisasi. Jujur kami sendiri juga tidak mengetahui jika tersangka sedang hamil selama ini. Kami kaget saat mengetahui jika tersangka sudah melahir dan membuang bayinya," sebutnya.

Kepala Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan , Musa Mella mengatakan, akan segera turun ke rumah tersangka guna mengecek keadaan dua orang tersangka yang masih kecil. Jika disetujui keluarga tersangka, Musa berniat untuk mengadopsi anak korban.

" Kalau tidak ada keluarga yang mau rawat, biar saya adopsi dan sekolahan mereka. Saya sudah biasa pelihara anak orang hingga jadi "manusia"," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved