Berita Kupang

Tambak Garam Bipolo! PT GIN dan PT PKGD Sama-sama Belum Kantongi Ijin Amdal

belum mengeluarkan ijin amdal untuk PT GIN selain karena catatan persyaratan yang harus dilengkapi belum dimasukan juga persoalan ini sudah dalam

Tambak Garam Bipolo! PT GIN dan PT PKGD Sama-sama Belum Kantongi Ijin Amdal
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kupang, Drs. Paternus Vinci, M.Si bei penjelasan di ruang kerjanya, Senin (5/11/2018). 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI----Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kupang sejauh ini baru menerima surat pengajuan ijin Amdal dari PT Garam Indo Nasional (GIN) untuk kegiatan pengolahan garam di Bipolo, Kecamatan Sulamu.

Sementara PT Puncak Keemasan Garam Dunia  (PKGD) saat ini baru mengajukan permohonan konsultasi berkenaan dengan ijin amdal.

Dinas ini belum mengeluarkan ijin amdal untuk PT GIN selain karena catatan persyaratan yang harus dilengkapi belum dimasukan juga persoalan ini sudah dalam proses di PTUN Kupang. Apapun keputusan dari PTUN nanti,  tentunya dinas akan melaksanakannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kupang, Drs. Paternus Vinci, M.Si menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/11/2018).

Paternus menjelaskan, selaku dinas yang punya kewenangan mengeluarkan ijin amdal bagi perusahaan yang siap berusaha, maka harus melengkapi persyaratan pendukung.

Dalam kaitan dengan usaha garam di Kabupaten Kupang,  antara PT GIN dan PT PKGD sekarang ini tengah berpolemik mengenai ijin amdal. Terhadap hal ini, kata Paternus, dirinya perlu menegaskan bahwa kedua perusahaan ini sama-sama belum mengantongi ijin amdal yang dikeluarkan instansi yang dipimpinnnya.

"Untuk keluarkan ijin amdal maka harus lengkapi syarat seperti ijin lokasi. Saat ini baru PT GIN yang mengajukan permohonan ijin amdal tapi kami belum keluarkan karena ada persyaratan seperti ijin lokasi yang belum disampaikan. Sementara untuk PT PKGD memang belum mengajukan surat permohonan dikeluarkannnya ijin amdal karena mereka baru sebatas konsultasi. Kita sudah sampaikan ke PT PKGD untuk ajukan secara tertulis dengan melampirkan syarat-syarat yang kami sudah sampaikan,"  katanya.

Dijelaskannya, untuk mengeluarkan ijin amdal tidak sertamerta tetapi akan ada tim dari dinas turun ke lapangan untuk melihat fakta lapangan. Untuk PT PKGD belum mengajukan ijin satupun ke dinas ini. Karena polemik ini sudah dalam proses hukum di PTUN maka pihaknya akan bersikap didasarkan pada keputusan pengadilan nanti.
"PT GIN memang sudah panen garam dua kali  dan soal  lahan apakah milik HGU PT PKGD itu kita akan tunggu putusan pengadilan dulu. Proses hukum masih jalan jadi kita tunggu saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang mendukung penuh kehadiran PT Garam Indo Nasional (GIN) dalam berinvestasi garam di wilayah ini.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved