Berita Kota Kupang

DPRD Kota Kupang Sebut Pemerintah Jangan Ragu-Ragu Lakukan Mutasi

rencana Pemerintah Kota melakukan mutasi dengan wacana hanya untuk roling pada jabatan eselon II yang ada dan bukan mutasi dengan pengisian jabatan

DPRD Kota Kupang Sebut Pemerintah Jangan Ragu-Ragu Lakukan Mutasi
Pos Kupang/Hermina Pello
Adrianus Talli 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Rencananya Pemerintah kota Kupang akan melakukan mutasi pejabat di bulan ini. Namun Anggota DPRD kota Kupang menyarankan Pemerintah untuk merencanakan kembali mutasi pejabat tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli, Minggu (4/11/2018), mengatakan, rencana Pemerintah Kota untuk melakukan mutasi dengan wacana hanya untuk roling pada jabatan eselon II yang ada dan bukan mutasi dengan pengisian jabatan, maka disarankan agar pemerintah dapat merencanakan kembali. Hal itu guna dilakukan mutasi secara menyeluruh untuk penataan birokrasi.

"Kita tahu bahwa di kota ini ada tujuh jabatan eselon II yang lowong, karena pejabatnya telah memasuki masa pensiun dan jabatannya dirangkap oleh pejabat eselon II lainnya dari OPD lain. Kondisi ini tentunya tidak efektif dan efisien untuk pelaksanaan tugas fungsi kepala OPD tersebut untuk mendukung pelaksaan visi misi kepala daerah," tuturnya.

Baca: Reformasi Birokrasi Lingkup Pemprov NTT Perlu Dikaji Secara Matang! Ini Persoalannya

Kata Adi, perhatian antara kepala OPD bersangkutan akan tidak fokus karena terbagi pada dua OPD. Oleh karena itu, sebaiknya wacana mutasi hanya untuk roling jabatan ditunda dulu dan dipertimbangkan kembali, sambil tim pansel melakukan seleksi dan lelang jabatan bagi eselon III untuk mengisi jabatan eselon II yang lowong.

Agar mutasi dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari eselon IV sampai eselon II.

Lanjutnya, mutasi pun dapat segera dilakukan dalam tahun ini, sehingga pada tahun anggaran 2019 yang akan datang birokrasi sudah tertata. Tujuannya agar dapat melaksanakan visi misi kepala daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih baik dan lebih berkualitas.

"Pemerintah jangan ragu-ragu untuk melakukan mutasi, karena akan berdampak bukan saja pada kualitas pelayanan kepada masyarakat tetapi juga akan menimbulkan keresahan birokrasi. Selain itu juga menimbulkan opini masyarakat bahwa pemerintah tidak mempunyai ketegasan," ujarnya.

Menurutnya, bila rotasi hanya untuk menempatkan orang yang benar pada tempat yang benar, dengan semangat the right man on the right place maka pejabat eselon II yang saat ini sementara menjabat saat ini tidak sesuai dan berada pada tempat yang salah.

"Maka akan timbul pertanyaan apakah saat ini pejabat eselon II salah menjabat? Apa urgensinya hanya roling jabatan? Mutasi menjadi sangat penting untuk penyegaran dan penataan birokrasi namun pelaksanaannya juga sebaiknya dapat dilakukan secara menyeluruh," ujarnya. (*)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved