Editorial Pos Kupang

Begini Model Penegakan Disiplin ASN NTT

Kepala Biro Umum Setda NTT, Drs. Zakarias Moruk, mengatakan bahwa upaya memaksa para ASN yang tidak disiplin

Begini Model Penegakan Disiplin ASN NTT
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Rompi bagi ASN Lingkup Pemprov NTT yang disiapkan oleh Biro Umum. Rompi berwarna orange ini bertuliskan " SAYA TIDAK DISIPLIN". 

POS-KUPANG.COM - Upaya meningkatkan disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, tidak main-main.

Biro Umum Setda Provinsi NTT telah menyiapkan 150 rompi yang akan dikenakan kepada ASN yang tidak disiplin. Ini artinya ASN yang tidak disiplin harus bersiap-siap untuk mengenakan rompi warna oranye tersebut. Bentuk dan warna mirip para tersangka korupsi yang menjadi tahanan KPK.

Kepala Biro Umum Setda NTT, Drs. Zakarias Moruk, mengatakan bahwa upaya memaksa para ASN yang tidak disiplin memakai rompi bukan untuk menakut-nakuti, atau ancaman bagi ASN, melainkan bentuk motivasi bagi ASN dalam bekerja.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 5 November 2018, Aries Putus Asa, Gemini Hadapi Tantangan

Baca: V BTS Mendeskripsikan Dirinya Sebagai Sosok Binatang Lucu Ini, Army Sudah Tahu?

Baca: Penggemar Drama Korea, Intip 10 Drakor Yang Bakal Tayang Bulan Oktober 2018

Kita setuju dengan upaya ini sehingga kinerja ASN bisa lebih tertib dan disiplin. Sebab, bukan rahasia lagi, ada oknum ASN di NTT khususnya di Setda Provinsi NTT, serta OPD tingkat Provinsi NTT yang kerap tidak disiplin.

Bentuk tidak disiplin pada umumnya antara lain sering terlambat masuk kantor, sering pulang lebih awal dengan berbagai macam alasan. Bahkan, ada oknum ASN dengan gampangnya tidak masuk kantor, bahkan berhari-hari bolos.

Kondisini sangat jelas mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Ada pula ASN yang mengulur-ngulur waktu menyelesaikan pekerjaannya dan berdampak bagi warga.
Bahkan ada oknum ASN yang kerap bepergian ke luar NTT dan berlama-lama di sana tanpa beban. Sementara gaji yang dibayar negara melalui Setda tetap utuh.

Ada juga ASN yang sudah punya istri, tapi masih juga mencari wanita lain. Ini juga bentuk perilaku moral yang bisa dianggap tidak disiplin. ASN yang berselingkuh juga sudah sepatutnya dipaksa memakai rompi oranye tersebut.

Kita prihatin dengan perilaku ASN yang tidak disiplin. Karena itu, kita setuju dan mendorong agar Gubernur NTT bersikap tegas terhadap ASN yang kurang disiplin dalam menjalakan tugas kantor dan pelayanan kepada masyarakat.

Kita berharap ASN yang sudah memakai rompi, namun masih juga tidak disiplin, perlu diberi sanksi lebih tegas. Bila perlu Gubernur NTT siapkan sel khusus bagi ASN pemalas agar dijebloskan ke sel.

Cara mendisiplinkan ASN model ini (pakai rompi) sudah dilakukan oleh TNI dan Polri, di mana anggota yang tidak disiplin dijemput oleh provos dan dimasukkan dalam sel selama 21 hari.

Dengan menerapkan cara yang dilakukan TNI dan Polri, maka kita yakin ASN yang tidak disiplin akan berpikir dua kali.

Kita juga mengharapkan agar Pemprov NTT membuat aturan yang jelas mengenai ASN yang tidak disiplin dan jenis hukumannya. Dengan demikian, definisi tidak disiplin menjadi jelas dan hukumannya pun jelas. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved