Berita Manggarai Timur

Bupati Manggarai Timur! Tidak Perlu Malu Dicap Daerah Tertinggal

ke depan perlu ada langkah cepat yang harus diambil pemerintah dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Bupati Manggarai Timur! Tidak Perlu Malu Dicap Daerah Tertinggal
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Wabup Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Plt Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.Hum meminta semua pihak agar jangan malu karena NTT dan Matim khususnya masih dicap daerah tertinggal.

Oleh karena itu, kata Bupati Agas, ke depan perlu ada langkah cepat yang harus diambil pemerintah dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat.

"NTT sudah dicap sebagai daerah tertinggal dan kita tidak perlu malu dengan predikat itu perlu kerja bersama sehingga 3T bisa berubah menjadi termaju, terindah da ternama.

Di Matim dari 159 Desa ada 100 desa yang sangat tertinggal. Oleh karena itu harus membangun desa terpadu, pemerintah kabupaten dan PKK harus bahu membahu desa agar desa tersebut bisa berkembang," kata Bupati Agas saat memberikan sambutan ketika kunjungan kerja dan Supervisi TP PKK Provinsi NTT, Kamis (1/11/2018) pagi di Aula Rumah Jabatan Bupati Matim.

Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julia Sutrisno dalam kunjungan perdana di Matim diterima secara adat oleh Ketua Tim PKK Matim Ny. Theresia
Agas Wisang didampingi Plt
Bupati Agas, pimpinan OPD, dan anggota PKK kabupaten Matim.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julia Sutrisno dalam sambutannya mengungkapkan, kalau Matim adalah daerah potensial pertanian yang cukup terkenal seperti kopi dan tanaman komoditi lainnya.

Selain itu,sebagian wilayah daerah Matim sangat cocok untuk untuk ditanam kelor. Apalagi, program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang baru adalah memberantas gizi buruk.

"Kualitas daun kelor yang terbaik didunia yang pertama di Spanyol dan kedua NTT. Saat ini, progam penanaman daun kelor sudah berjalan. Sebaikan apa pun program PKK yang diturunkan dari Provinsi dan juga Kabupaten tidak ada sukses kalau tidak ada bersinergi dalam menjalankan program tersebut.

Tentu tujuan supaya masyarakat sejahtera dan keluar dari kemiskinan. Ukuran masyarakat sejaterah adalah masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-sehari. Serta masyarakat mampu membiaya pendidikan anak hingga perguruan tinggi," paparJulia.

Sementara itu, Ketua TP PKK Matim, Theresia Agas Wisang menyampaikan pihaknya selama ini mengalami kendala dana yang minim sehingga sejumlah kegiatan PKK tidak bisa dilaksanakan.

Theresia mengaku PKK Kabupaten Matim selama ini telah sukses melaksanakan berbagai program seperti intens melakukan penyuluhan kesehatan dan pengelolahan makanan lokal dengan bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved