Opini Pos Kupang

Olahraga Menjanjikan Masa Depan, Analisis Menarik dari Dosen UKAW Kupang Dr. Johni Lumba

Proses tak mungkin mengkhianati hasil, demikian ungkapan yang sangat jelas tentang arti dari sebuah perjuangan

Olahraga Menjanjikan Masa Depan, Analisis Menarik dari Dosen UKAW Kupang Dr. Johni Lumba
POS KUPANG/Ferry Ndoen
Karyawati Bank NTT menyerahkan ATM dan bonus Rp 10 Juta berupa buku tabungan Bank NTT kepada Striker Timnas IndonesiaYabes Roni Malaifani disaksikan Plt Dirut Bank NTT, Eduardus Bria Seran. 

Oleh Dr. Johni Lumba
Pengamat Olahraga dari PJKR FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang

POS-KUPANG.COM - Dunia olahraga jaman now menjadi perebutan setiap anak bangsa. Usaha dan kerja dalam bidang olahraga memang sangat membutuhkan waktu yang lama. Semuanya sesuai dengan tahapan usia pembinaan dan pencapaian prestasi yang berawal dari umur berolahraga, spesialisasi, dan prestasi top atau yang sering disebut usia emas (golden age).

Tahapan-tahapan tersebut membutuhkan pengorbanan baik dari segi fisik, teknik dan mental. Akan tetapi jika berlangsung baik, maka hasil yang akan diperoleh juga akan cukup memuaskan para pelakunya.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 1 November 2018, Gemini, Libra Dan Leo Bermasalah, Capricorn Bersinar

Baca: Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

Baca: Buktikan Cinta Pada BTS, Army Rela Tatto Tubuh, Wajah Jimin Dan V BTS Jadi Favorit Ini Foto-fotonya

Proses tak mungkin mengkhianati hasil, demikian ungkapan yang sangat jelas tentang arti dari sebuah perjuangan dalam proses pelatihan. Pengorbanan dalam berbagai aspek, terkadang menjadi ocehan dan omongan negatif dari berbagai pihak. Namun semuanya itu akan terjawab jika mendapatkan hasil yang sangat membanggakan.

Kebijakan yang berkaitan dengan atlet berprestasi bagi Provinsi NTT bukan hal yang baru. Pada tahun 2016 saat persiapan menuju PON XIX tahun 2016 di Bandung-Jawa Barat, Ketua Umum bersama Ketua Harian KONI NTT Frans Lebu Raya dan Andre Koreh mengambil sebuah kebijakan bahwa setiap peraih medali apa saja di PON akan diberikan bonus rumah tipe 36.

Bukti dari komitmen tersebut akhirnya terwujud dan semua atlet peraih medali mendapatkan bonus berupa uang dan rumah. Selain itu, ada sejumlah atlet peraih medali yang belum mendapatkan pekerjaan, juga difasilitasi untuk mendukung masa depan para atlet.

Penghargaan itu memang sangat penting, akhirnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah, DPRD dan KONI NTT diikuti oleh Indonesia dalam ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Jika saja peraturan saat itu (2016) memperbolehkan seperti saat ini (2018), tentu semua atlet peraih medali yang belum mendapatkan pekerjaan pasti akan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes.

Penghargaan semacam inilah yang membuat olahraga menjadi pilihan utama kaum anak bangsa untuk terus menekuni sport.

Konsep tentang penghargaan dalam olahraga menjadi kekuatan (the power of motivation) bagi para orangtua. Memotivasi anak yang memiliki talenta-talenta istimewa agar dapat dikembangkan telah menjadi tren pada masa kini.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved