Berita Kabupaten Sikka Terkini

Goreti Pingsan dan Jatuh ke Tanah Lihat Rumah dan Lahannya Dieksekusi Petugas

Goreti pingsan dan jatuh ke tanah melihat rumah dan lahannya dieksekusi petugas di Waiara.

Goreti Pingsan dan Jatuh ke Tanah Lihat Rumah dan Lahannya Dieksekusi Petugas
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Tovik Koban membobong korban pingsan pada eksekusi pengosongan rumah Florianus Nong Sina, Kamis (1/11/2018) siang di RT 04/RW 03, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Eksekusi pengosongan rumah dan lahan milik Florianus Nong Sina, Kamis (1/11/2018) siang di RT 04/RW 03, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, meninggalkan kisah kemanusiaan. Goreti pingsan dan jatuh ke tanah melihat rumah dan lahannya dieksekusi petugas.

Florianus kalah perkara di tingkat banding dimenangkan penguggat Vinsensius Lerang yang memiliki rumahnya. Flori bersama seisi rumah harus merelakan rumah yang sekian lama ditempati.

Ny. Goreti, sang istri tak bisa menerima saja kejadian itu. Bersama keluarga dan sanak famili,mereka melancarkan protes keras kepada eksekutor dari Pengadilan Negeri Maumere. Namun apa daya usaha mereka sia-sia mempertahankan rumah dan perkarangan.

Baca: Selama 2018, 900 Ekor Sapi dari Manggarai Barat Diantarpulaukan, Sebagian Besar ke Sulsel

Dibantu aparat keamanan dari Brimob Kompi Satu Kewapante, mereka angkat tangan. Semua perabot di dalam rumah dikosongkan ke halaman rumah.

Ny. Goreti jatuh pingsan ke tanah di halaman depan rumah. Seorang staf Pengadilan Negri Maumere berusaha menyadarkan. Usahanya hampir sepuluh menit sia-sia. Tubuh Ny.Goreti lemah lunglai tak sadarkan diri. Ratusan orang di sekitar menyaksikan saja keadaan itu, tanpa berusaha menolongnya.

Baca: Dishub Sumba Barat Tidak Tarik Retribusi Angkutan Kota dalam Provinsi

Oktovianus Koban, disapa Tovik, reporter Tvone ikut melakukan reportase eksekusi itu tergerak nalurinya.

Kamera ditanganya beralih kepada rekannya yang lain. Tovik membobong perempuan paruh bayah ini sejauh 20-an meter menuju kendaraan mengantarnya ke RS St.Gabriel Kewapante.

Tovik tersenyum bungkus ketika disapa sesama rekan tentang aksi sesaat menyita perhatian di siang terik itu. Tak ada kata terlontar.

Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Ruben Riantobi memberi apresiasi kepada Tovik. Dia hadir di lokasi tak hanya melulu melakukan reportasi peristiwa, tetapi hatinya cepat tergerak menyaksikan sesama yang butuh pertolongan.

"Nalurinya sangat cepat. Sebagai salah satu anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sikka, nalurinya muncul seketika menyaksikan keadaan seperti ini. Kita senang sekali," imbuh Ruben. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved