Berita Kabupaten Sikka

Ternyata Korban Tewas Kesetrum Listrik Baru Dua Hari Berada di Maumere-Sikka

Mikael salah satu daru dua korban terkena setrum listrik ketika menanam tiang PT Telkom di depan Toko Agung Motor, Kota Maumere

Ternyata Korban Tewas Kesetrum  Listrik Baru  Dua Hari Berada di Maumere-Sikka
POS KUPNG.COM/EGINIUS MOA
Maria Ida di ruang pemulasaran jenazah RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT, Selasa (30/10/2018). 

Laporan  Wartawan  Pos-kupang.com,Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,MAUMERE---- Wajah Maria  Ida  dibaluti   kesedihan mendalam  memadangi  jasad Mikael Moa Bero  (60)  terbaring kaku,  Selasa     (30/10/2018)  petang di  RSUD   dr.T.C.  Hillers Maumere, Pulau  Flores, Propinsi NTT.

Maria dan seluruh keluarga  besar   seolah tak  percaya  menerima  kepergian  pamannya.   Hari  Senin (29/10/2018), Mikael dari  Kefamenanu,  Kabupaten  Timor Tengah  Utara  di Pulau   Timor   tiba   di   Geliting,  Kecamatan Kewapante, 7 Km  arah  timur  Kota Maumere.

Baca: Bupati Agas Angkat Bicara soal Proyek Air Bersih Rp 8 Miliar di Manggarai Timur

Mikael   salah satu  daru dua korban   terkena setrum listrik ketika  menanam  tiang PT  Telkom di  depan   Toko  Agung Motor,  Kota  Maumere, Selasa  (30/10/2018)  sore.

‘Hari   Senin  malam,  dia  menginap di salah satu keluarga di Geliting. Ia  punya  dua orang anak. Istrinya meninggal setahun lalu,” kata Maria.

Baca: Jumlah Pelanggaran Lalulintas di Sumba Timur Naik 14 Persen

Maria mengaku  tak  banyak  dapat  cerita    dari Mikael, warga  Kampung Wae  Werut,  Desa  Waiara, Kecamatan Kewapante  yang telah pindah domisili di  Kefamenenu.  Ia hanya berkata  datang ke  Maumere  memasang  tiang  PT  Telkom.

Saverius Nong Okto, keponakan Mikael   membenarkan  pamanya   tiba   dnin (29/10). Kali  ini  dia  datang tanpa  kabar  terlebih  dahulu kepada keluarga di Waiara.

“Biasanya dia kasih kabar, telepon dulu  kalau mau datang. Kali ini tidak. Tiba-tiba saja muncul.  Bilangnya  jenguk mama-nya yang sedang sakit. Tadi malam tidur di rumah saya,” ujar Okto.

Okto    juga   mengaku tak tahu persis  korban mendapat pekerjaan  menanam  tiang  PT Telkom. Ia   bahkan mengikutsertakan Yosef Frans Bero, seorang keponakannya sama-sama bekerja.  *

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved