Opini Pos Kupang

Membaca Politisi Sontoloyo

Pasalnya, tatkala pemerintah menggelontorkan program dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun, reaksi sejumlah politisi

Membaca Politisi Sontoloyo
ilustrasi

Oleh Ansel Deri
Alumni Universitas Nusa Cendana Kupang

POS-KUPANG.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal dan mengeluarkan term "sontoloyo" saat berlangsung pembagian sertifikat tanah di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Pasalnya, tatkala pemerintah menggelontorkan program dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun, reaksi sejumlah politisi berupa kritik berseliweran. Padahal, dana dimaksud penting untuk membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas di tiap kelurahan.

Bahkan boleh jadi Jokowi juga kesal karena dalam pengamatannya selama ini banyak politisi yang menggunakan cara-cara tidak sehat seperti politik adu domba, politik pecah belah, dan politik kebencian.

Karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan kritik politisi. Jokowi, calon presiden petahana, rupanya geram. Apa katanya? "Hati-hati. Banyak politikus yang baik-baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo."

Baca: Buktikan Cinta Pada BTS, Army Rela Tatto Tubuh, Wajah Jimin Dan V BTS Jadi Favorit Ini Foto-fotonya

Baca: Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

Baca: Ramalan zodiak hari Kamis 1 November 2018, Gemini Ubah Gaya Hidupmu!

Sontak, sematan "politikus sontoloyo" tak sekadar membuat kuping segelintir politisi merah bahkan menjadi bahan pergunjingan dan diskusi elite politik di tingkat nasional namun juga menyasar elite politik lokal.

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menilai penggunaan kata "sontoloyo" itu tak pantas dilontarkan seorang kepala negara. Fadli menilai, "Saya kira itu kan istilah yang agak kasar." Begitu reaksi Fadli, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI, di kantornya, DPR RI Senayan tak lama berselang.

Politisi lainnya, Hinca Pandjaitan, meminta Presiden Jokowi tidak antikritik. Kata Hinca, Sekjen Partai Demokrat, kritik adalah hal yang diperlukan dan lumrah dalam demokrasi. Kritik para politisi masih sesuatu yang normal.

Hinca menilai, gaya komunikasi Jokowi agak berbeda dengan sebelumnya. Ia mengatakan, dinamika politik selama lima sampai enam bulan ke depan akan semakin dinamis dan hal itu akan membuat setiap politisi memperlihatkan karakter aslinya.

Kian menjauh

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved