Berita Pilpres 2019

Advokat ini Laporkan Presiden Jokowi ke Bawaslu. Ini Alasannya

Advokat ini Laporkan Presiden Jokowi ke Bawaslu. Alasannya karena dia menduga Jokowi melakukan kampanye saat menjalankan tugas sebagai presiden.

Advokat ini Laporkan Presiden Jokowi ke Bawaslu. Ini Alasannya
KOMPAS.com/SETPRES/ AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf di Hotel Empire Palace Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018). 

Advokat ini Laporkan Presiden Jokowi ke Bawaslu. Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM - Seorang warga sipil yang diketahui berprofesi sebagai pengacara dan advokat melaporkan Presiden Jokowi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Laporan warga atas nama Rubby Cahyadi ini karena diduga melakukan kampanye terselubung saat peresmian pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018).

Pelapor diketahui bernama Rubby Cahyady, seorang warga sipil yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau.

Baca: Ramalan Zodiak Hari ini - Virgo Terlihat Bagus di Atas Kertas, Aquarius Berantakan. Scorpio?

Baca: Lion Air Jatuh - Hingga Malam Selasa 30 Oktober Malam Sudah Ada 48 Kantong Jenazah Korban

Baca: 40 Orang Ikut Pertemuan Konsultasi tentang Human Trafficking di Labuan Bajo, Flores Barat

Bakal calon Presiden Joko Widodo menghadiri acara rapat kerja nasional (Rakernas) IV Ormas Pro Jokowi (Projo) 2018, di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).
Bakal calon Presiden Joko Widodo menghadiri acara rapat kerja nasional (Rakernas) IV Ormas Pro Jokowi (Projo) 2018, di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). (kompas.com)

Rubby yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau ini menduga, Jokowi, yang mencalonkan diri dalam Pilpres 2019, melakukan kampanye saat bertugas sebagai Presiden.

Hal itu terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan beberapa orang yang berfoto bersama Presiden ketika acara peresmian berlangsung.

Pose tersebut dinilai menunjukkan citra diri Jokowi sebagai capres nomor urut 01.

"Diduga hal tersebut adalah merupakan pelanggaran kampanye, kampanye terselubung yang langsung di Suramadu dan pada masa kampanye, serta diviralkan melalui media massa. Terlebih di saat kesempatan tersebut (warga) memberikan simbol salam satu jari yang merupakan citra diri Pak Jokowi sebagai salah satu calon presiden," kata Rubby di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Dalam laporannya, Rubby membawa bukti berupa pemberitaan media yang memuat pose satu jari sejumlah pihak yang hadir saat peresmian.

Baca: Dua Pekerja Tewas Kena Setrum Listrik, Begini Pengakuan Saksi Mata di TKP

Baca: Bedah Plastik: Dari Body Image ke Depersonalisasi

Baca: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi DAK Kabupaten ini

Meski Jokowi tak terlihat berpose satu jari, tetapi, Ruby menilai, unsur kampanye terselubung tetap terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan orang-orang di sekelilingnya.

"Saya bilang ini terselubung, dengan gestur-gestur. Ini sangat jelas, karena ini Presiden sekaligus calon presiden. Di sekelilingnya itu pejabat negara, pejabat provinsi," ujar Ruby.

Menurut Ruby, Jokowi seharusnya tak perlu hadir dalam acara peresmian tersebut agar tak berpotensi terjadi pelanggaran kampanye.

"Seharusnya Presiden tidak perlu datang ke Suramadu dengan keputusan, istilahnya dari menteri terkait, tidak harus datang," kata dia.

(banjarmasinpost/pos-kupang.com)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Presiden Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu Soal Dugaan Kampanye Terselubung di Pilpres 2019, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/10/31/presiden-jokowi-dilaporkan-ke-bawaslu-soal-dugaan-kampanye-terselubung-di-pilpres-2019.

Editor: Rendy Nicko

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved