Berita Kabupaten TTS Terkini

18 Tahun Bekerja di Malaysia, Samuel Bangun Rumah di Kampungnya Tubuhue TTS

Samuel Nenotek (60), warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, bekerja di Malaysia selama 18 tahun sejak tahun 2000.

18 Tahun Bekerja di Malaysia, Samuel Bangun Rumah di Kampungnya Tubuhue TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Samuel Nenotek (kanan) dan Ibrahim Nubatonis berfoto bersama. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Samuel Nenotek (60), warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, bekerja di Malaysia selama 18 tahun sejak tahun 2000.

Selama 18 tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit dan perkebunan buah-buahan, Samuel berhasil membangun sebuah rumah permanen di Desa Tubuhue.

Merasa tubuhnya sudah tidak kuat lagi bekerja di perkebunan buah-buahan, Samuel memilih kembali ke desa kelahirannya pada pertengahan Oktober lalu. Usai kembali, Samuel memilih berternak babi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca: BPTP Naibonat Siap Kembangkan Bibit Jagung Hibrida NASA29 di NTT

Kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (31/10/2018), Samuel menceritakan pengalaman 18 tahun bekerja di negeri orang. Samuel berangkat ke Malaysia pada tahun 2000 lewat jalur prosedural.

Dari Kupang, Samuel mengaku, jika dirinya sudah mengetahui akan bekerja di perkebunan kelapa sawit. Namun, dirinya tak menyangka jika bekerja di perkebunan kelapa sawit sangat berat.

Baca: Kades Sono Diduga Larang Aparatur Desa Penuhi Panggilan Polisi

Selain harus bangun pagi-pagi, sekitar pukul 06.00 Wita, Samuel diharuskan menyabit kelapa sawit dengan ketinggian 8 hingga 10 meter dengan menggunakan tombak yang diujungnya dipasang sabit

.Bobot kelapa sawit yang berat dan tangkainya yang cukup keras membuat pekerja menyabit kelapa sawit bukan pekerjaan yang mudah.

Dalam sehari, puluhan pohon kelapa sawit harus disabitnya guna mengambil buah kelapa sawit.
Tujuh tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit, Samuel merasa tubuhnya tak kuat lagi untuk menjalani profesi tersebut.

Samuel akhirnya beralih profesi sebagai petani buah-buahan. Walaupun bayarannya lebih rendah dari pekerjaannya yang terdahulu, Samuel mengaku, bekerja di perkebunan buah-buahan tak seberat bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved