Berita Sumba Barat Daya

Rendah Minat Membaca Siswa SMA Santo Alfonsus Weetabula! Ini Penyebabnya

siswa siswi datang ke sekolah hanya membawah satu buku tulis beserta buku mata pelajaran bersangkutan. Itupun bukunya dilipat

Rendah Minat Membaca Siswa SMA Santo Alfonsus Weetabula! Ini Penyebabnya
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kepsek SMA Katolik Santo Alfonsus Weetabula, SBD, Naja Xaverius 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Kepala sekolah SMA Katolik Santo Alfonsus Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Naja Xaverinus mengatakan, minat membaca siswa siswi SMA Katolik Santo Alfonsus Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya cukup rendah.

Misalnya siswa siswi datang ke sekolah hanya membawah satu buku tulis beserta buku mata pelajaran bersangkutan. Itupun bukunya dilipat tersimpan disaku celana. Padahal sehari bisa 3-4 mata pelajaran.

Baca: Brimob dan Warga Bersihkan Sampah di Pantai Wisata Londalima-Sumba Timur

Disisi lain kunjungan ke perpustakaan sekolah juga sangat rendah.

Karena itu, pihaknya akan memberlakukan kebijakan satu jam membaca buku sebelum pelajaran berlangsung.

Kepala Sekolah SMA Katolik Santo Alfonsus Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Naja Xaverinus menyampaikan hal itu di ruang kerjanya, Senin (29/10/2018). Menurutnya, salah satu cara meningkatkan kesadaran siswa siswi SMA Katolik Santo Alfonsus rajin membaca adalah dengan menggelar kegiatan diskusi literasi sekaligus mendeklarasikan SMAK Santo Alfonsus Weetabula sebagai sekolah literasi sebagimana berlangsung hari ini, Senin (29/10/2018).

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya dalam bulan tertentu, memberlakukan kebijakan satu jam membaca buku sebelum jam pelajaran berlangsung. Langkah itu sebagai momentun membudayakan membaca dikalangan pelajar agar bisa bersaing dengan daerah lainnya di NTT khususnya dan indonesia umumnya.

Disisi lain untuk menumbuhkembangkan minat membaca, pihaknya akan menata beberapa tempat membaca dalam lingkungan sekolah, misalnya membangun pondok membaca dalam lingkungan sekolah. Apalagi suasana lingkungan sekolah cukup teduh sehingga nyaman bagi siswa siswi meluangkan waktu membaca, pada jam istirahat dan waktu luang lainnya.

Semua kebijakan tersebut untuk mendorong minat membaca buku bagib siswa siswi di sekolah itu. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved