Berita Manggarai Barat

Bupati Manggarai Barat Belum Tahu Taman Nasional Laut Sawu di Lembor Selatan

Bupati Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula, belum mengetahui adanya Taman Nasional Laut Sawu di Kecamatan Lembor Selatan.

Bupati Manggarai Barat Belum Tahu Taman Nasional Laut Sawu di Lembor Selatan
POS KUPANG.COM/SERVAN MAMILIANUS
Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, saat melantik eselon di daerah itu beberapa waktu lalu. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Bupati Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula, belum mengetahui adanya Taman Nasional Laut Sawu di Kecamatan Lembor Selatan.

Dirinya kata dia belum pernah diberitahu tentang keberadaan taman itu.

"Saya tidak tahu informasi itu. Saya tidak pernah dapat laporan. Saya tidak tahu, bagaimana kawasan itu, apa yang ditugaskan kepada kami. Itu yang harus disosialisasikan. Kalau kami ditugaskan untuk jaga itu laut, jelas tidak bisa," kata Agustinus, saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (30/10/2018).

Saat itu dia dikonfirmasi terkait beberapa hal. Antara lain, masih terjadinya aksi bom ikan dan penangkapan lobster dalam kawasan itu.

Baca: Diduga Palsukan Tandatangan Bendahara! Dana Desa Masuk Rekening Istri danAnak‎ Kepala Desa

Menurut dia, pihaknya hanya mengetahui Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Mabar.

Sebelumnya diberitakan, aksi pemboman ikan dan penangkapan lobster di dalam kawasan Taman Nasional Laut Sawu yang berada di pantai Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) makin marak.

Aksi yang diduga dilakukan oleh oknum dari luar itu sudah berlangsung cukup lama.
Pasalnya, kondisi itu tidak mendapat perhatian dari pihak balai di Kupang yang menangani taman nasional tersebut.

Baca: Bupati Manggarai Barat Sebut Beberapa Proyek Terkait Tamu IMF ke Labuan Bajo

Wakil Ketua DPRD Mabar asal Lembor Selatan Abdul Ganir, mengatakan bahwa masyarakat setempat sudah menyerahkan lahan untuk Balai Taman Nasional Laut Sawu untuk membangun pos jaga tetapi belum dibangun.

"Tanah sudah diserahkan oleh masyarakat untuk membangun pos jaga agar aksi pemboman ikan dan penangkapan lobster itu bisa diantisipasi. Sudah sejak empat tahun lalu diserahkan," kata Ganir kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Menurutnya warga lokal di kawasan taman itu sudah berkomitmen untuk upaya pestarian.

"Misalnya, semangat untuk pemeliharaan penyu dan penghijauan atau menanam bakau sudah selalu dilakukan," kata Abdul.

Wilayah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Laut Sawu di kecamatan itu, yakni Desa Nangalili, Benteng Dewa, Nanga Bere, Repi dan Desa Watu Waja.(*)


Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved