Opini Pos Kupang

Bedah Plastik: Dari Body Image ke Depersonalisasi

Belum lama ini, kasus bedah plastik seorang pegiat politik, menghebohkan nusantara. Bedah plastik yang dilakukan

Bedah Plastik: Dari Body Image ke Depersonalisasi
(brightside.me)
ilustrasi 

Oleh Sabina P Gero
Dosen, Lektor Kepala, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang

POS-KUPANG.COM - Perempuan selalu dihubungkan dengan kecantikan. Ketika menyapa teman yang lama tak jumpa "tambah cantik kamu", jawaban yang sering diberikan "perempuan..".

Belum lama ini, kasus bedah plastik seorang pegiat politik, menghebohkan nusantara. Bedah plastik yang dilakukan untuk mempercantik diri dalam ilmu keperawatan jiwa dihubungkan dengan terganggunya gambaran tubuh atau citra tubuh atau body image seseorang.

Ada banyak alasan seseorang melakukan bedah plastik. Tujuan bedah plastik merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia agar menjadi lebih indah atau berfungsi lebih baik.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Rabu 31 Oktober 2018, Pisces Cobalah Ngegombalin Si Dia

Baca: Kehidupan RM BTS Tak Banyak Diketahui Orang, Army Mesti Tahu

Baca: Inilah 6 Drama Korea yang Dibintangi Shin Won Selain Drakor Legend of The Blue Sea

Oleh karena tujuannya sangat baik, maka bedah plastik bisa dilakukan oleh siapa saja untuk memperindah bagian tubuh tertentu. Penilaian bagian tubuh yang perlu diperbaiki, tergantung persepsi diri seseorang.

Persepsi Diri Seseorang

Harian Kompas 5 Oktober 2018 menuliskan ucapan antropolog jender, seksualitas dan kesehatan UI, Irwan Martua Hidayana, wajah menjadi obyek penilaian pertama, karena representasi diri. Persepsi diri menurut NANDA-I, 2014, adalah suatu kesadaran tentang diri sendiri, suatu persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan dari dalam diri.

Persepsi diri mempunyai tiga aspek. Pertama konsep diri, kedua harga diri dan ketiga gambaran tubuh/citra tubuh/body image.

Konsep diri merupakan persepsi tentang diri yang seutuhnya, harga diri adalah menilaian kepantasan, kelayakan atau nilai diri, dan body image adalah gambaran mental tentang satu bagian tubuh, misalnya wajah.

Ketiga aspek persepsi diri bisa mengalami gangguan. Seorang perawat mengangkat masalah gangguan identitas diri pada kasus waria, bencong; harga diri rendah pada kasus seseorang yang tidak mau bergaul dengan orang lain, perasaan malu berlebihan; gangguan body image pada kasus amputasi payudara, kecelakaan yang merusak wajah, amputasi kaki.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved