Berita Puisi

Ini Dia Puisi-Puisi Edisi Minggu Pos Kupang

Puisi Mikhael Wora : Ia datang mengetuk pintu, Menggelitik di dinding matamu, Menggaruk-garuk lubuk hati.

Ini Dia Puisi-Puisi Edisi Minggu Pos Kupang
ils

Puisi-Puisi Mikhael Wora
Yatim Piatu 1

Ia datang mengetuk pintu
Menggelitik di dinding matamu
Menggaruk-garuk lubuk hati
Hingga kegelian mengganyang tubuhmu
Tak peduli berapa tetes peluh diperas dari kulitmu
Berapa jumlah lipatan di keningmu

Ia adalah sungai tanpa mata air
Adalah air mata tanpa duka
Adalah gema tanpa suara
Adalah kata tanpa tinta

Siapa dia?
Adalah embun tanpa pagi
Adalah senja tanpa mentari
Adalah salju tanpa beku
Adalah arang tanpa debu

Begitulah ia kan kau kenal
Saat sebuah diary kecil
kau dapati terselip di saku bajunya
Ia adalah puisi tanpa penyair
Yang selalu dilacuri mata, dibunuh tafsir
(Ruteng, 2018)

Yatim Piatu 2

Adalah kesepian yang menjadi-jadi
teriak meretaki udara-udara
di dalam mulut dan napas siang.
pengap. Seperti pepatah dihafal ulang satu per satu oleh anak-anak jejak.

Adalah kesepian yang berdarah-darah
menetes seperti air mata dan riak-riak mata air di celah batu
entah kegirangan atau duka terhimpit pada nasib alam.

Aku sehelai daun yang masih dipelihara embun
dan mereka dedaunan gugur dibenci terik
bahkan tak ada lembab yang mengendap di bawah telapak
adakah peduli?
hanya nasib bergantung di pucuk hari
hingga senja meratapi kepergiannya

Musim menjadi ibu dan waktu menjadi ayah
yang menafkahi mereka hingga akhir zaman
(Ruteng, 2018)
(Mikhael Wora, tinggal di Biara Somascan, Ruteng. Tukang kebun yang rajin menanam puisi).

Halaman
123
Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved