Berita Ekonomi Bisnis

Gubernur Pertimbangkan Permintaan REI Hapus BPTHB Rumah Subsidi

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan untuk penghapusan BPHTB untuk rumah subdisi.

Gubernur Pertimbangkan Permintaan REI  Hapus BPTHB Rumah Subsidi
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (tengah) didampingi Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby (kanan) ketika mengunjungi arena Bank NTT-REI Expo 2018 di Lippo Plaza, Sabtu (27/10/2018) siang 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Gubernur Viktor yang dikonfirmasi Sabtu (27/10/2018) ketika berkunjung ke acara Bank NTT - REI Expo 2018 di Atrium Lippo Plaza Kupang mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan permintaan REI dengan mengkaji dampak jika BPHTB dihilangkan.

"Pemerintah akan pertimbangkan. Tapi harus dikaji, kalau pendapatan daerah dari BPHTB hilang, harus ditutup dengan pendapatan darimana," kata Viktor.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Viktor mendorong REI NTT untuk meningkatkan penjualan rumah komersil. Alasannya, menggeliatnya penjualan rumah komersil menandakan ada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, di setiap perumahan juga harus disiapkan taman baca karena ada program untuk pengadaan buku-buku bacaan.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, MBA, yang dikonfirmasi mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTT sempat bertanya mengenai peningkatan penjualan rumah komersil.

"Saya sampaikan bahwa penjualan rumah komersil masih minim. Kalau lihat expo tiga tahun lalu, rumah komersil yang terjual hanya satu dua unit. Kali ini ada peningkatan. Sampai hari Jumat (26/10/2018) sudah laku 13 unit rumah," kata Bobby.

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan karena rumah komersil harganya sampai Rp 1,5 miliar.

Minim Informasi

Bobby mengaku informasi tentang rumah subsidi belum familiar di tengah masyarakat.

"Hanya 20-30 persen masyarakat yang tahu informasi tentang rumah subsidi. Saya keliling NTT untuk menyampaikan informasi rumah subsidi. Di tempat-tempat yang saya masuk, 95 persen masyarakat tidak tahu tentang rumah bersubsidi," ujarnya.

Untuk itu menjadi tugas semua untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. "Ini juga menjadi alasan REI buat expo satu tahun tiga kali karena masih banyak masyarakat belum tahu tentang rumah subsidi. Jangankan masyarakat desa, masyarakat kota Kupang saja masih belum tahu tentang rumah subsidi," kata Bobby

Kendala lain mengapa penjualan rumah di NTT masih rendah, kata Bobby, orang takut berkomitmen untuk beli rumah.

"Takut tidak bisa bayar cicilan. Mindset ini harus diubah. Dengan cicilan 900 ribu lebih itu, sangat kecil. Dua tahun pertama memang terasa berat. Setelah itu akan terasa kecil karena pendapatan terus meningkat dan nilai uang makin turun. Sementara cicilan itu flat," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat telah banyak memberi subsidi sehingga harus dimanfaatkan. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved