Berita Kesehatan

Dari Bayam hingga Teh Herbal Ternyata Bisa Menjadi Pereda Stres Loh

Para ahli menyebut ada beberapa bahan makanan yang mampu membantu meredakan stres.

Dari Bayam hingga Teh Herbal Ternyata Bisa Menjadi Pereda Stres Loh
ils

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Saat  pikiran penuh dengan tekanan, banyak orang "lari" kepada makanan, bahkan tak jarang justru makan makanan tak sehat. Padahal makanan semacam itu biasanya bergizi rendah dan justru tak dapat mengurangi stres.

Bukan tidak mungkin pula asupan semacam itu menjadi pemicu bertambahnya berat badan, yang berdampak pada melambungnya rasa cemas. Kabar baiknya, para ahli menyebut ada beberapa bahan makanan yang mampu membantu meredakan stres.

"Yang terbaik adalah mencoba dan memasukkan bahan-bahan ini ke dalam diet setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal." Demikian ahli gizi, Melissa Eboli, seperti dikutip dari laman Elitedaily.

Baca: Mengandung Vitamin C, Buah Nangka Ternyata Bisa Melawan Kanker, Loh

Dengan kata lain, beberapa bahan ini dapat bekerja secara instan dan mengonsumsinya secara teratur akan sangat membantu meredakan kecemasan.
Selain itu, bahan makanan tersebut juga memiliki rasa yang nikmat dan bisa ditambahkan dalam makanan favorit kita.

1. Biji bunga matahari
Menurut Eboli, biji bunga matahari adalah bahan yang bagus untuk ditambahkan dalam hidangan demi mengurangi stres. Ahli gizi Cynthia Sass, mengatakan biji bunga matahari kaya akan magnesium. Nah, magnesium telah terbukti membantu meringankan depresi, kelelahan dan meredakan emosi. Kita bisa menambahkan biji bunga matahari pada salad atau sebagai topping untuk sajian pasta. Jika kita bukan penggemar biji bunga matahari, kita bisa menggantinya dengan kacang mete, biji labu atau almond.

2. Kacang-kacangan
Stres menguras persediaan vitamin B dalam tubuh. Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi kacang. "Vitamin B menjaga neurotransmiter yang merangsang rasa bahagia dan membantu menangani respons stres fight-or-flight," kata Psikolog, Ellen Albertson di laman Eatingwell. Periset dari Penn State menemukan kandungan potasium dalam kacang juga dapat mengurangi tekanan darah dan mengurangi tekanan di jantung.

Baca: Wow! Butik Tenun Menjamur di Kota Kupang, Pembeli Lebih Suka Tenunan Asli NTT

3. Paprika merah
Paprika merah mengandung vitamin C hampir dua kali lipat dari jeruk, yaitu sekitar 95 miligram per porsi. Sementara jeruk hanya mengandung 50 miligram per porsi. Dalam riset Psychopharmacology, mereka yang mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi sebelum melakukan kegiatan yang memicu stres, memiliki tekanan darah lebih rendah. Mereka juga mengalami pemulihan dari lonjakan kortisol yang cepat daripada orang yang mengonsumsi plasebo. "Diet yang mengandung makanan kaya vitamin C menurunkan kortisol dan membantu orang mengatasi stres," kata Pakar Diet Elizabeth Somer.

4. Bayam
Menurut Ahli Gizi dan Nutrisi, Heather Mangieri, sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung folat. Folat dapat menghasilkan dipamin yang merupakan bahan kimia otak untuk merangsang perasaan bahagia dan membantu kita tetap tenang. Selain diolah menjadi makanan, kita bisa mengolahnya dengan cara diblender dan dicampurkan ke dalam smoothie. Selain itu, kita bisa menambahkannya ke dalam campuran omelet tahu. Kita juga bisa menambahkannya ke dalam beragam bahan makanan favorit. Namun, kandungan gizi dalam bayam akan hilang saat kita memanaskannya.

Baca: Wow, Fashion Carnaval Even di Kota Kupang Bisa Jadi Inspirasi Gayamu

5. Cokelat
Selain rasanya yang nikmat, cokelat juga bisa menjadi pereda stres. Eboli mengatakan makanan lezat ini bisa meminimalkan stres, terutama cokelat hitam. Kita bisa menambahkan cokelat dalam hidangan penutup atau berbagai olahan lain sesuai selera tanpa khawatir adanya efek samping. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Proteome Research membuktikan hanya dalam dua minggu orang-orang yang mengonsumsi cokelat dengan cokelat sebesar 1,4 ons setiap hari, memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Demi mendapatkan manfaat yang maksimal, pilih cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen. Namun, cokelat hitam tinggi kalori. Jadi, jangan terlalu banyak mengonsumsinya.

6. Salmon
Somer menjelaskan, omega-3, khususnya DHA, dapat menjaga kesehatan mental. Riset dalam Brain, Behavior and Immunity menemukan, orang yang setiap hari mengonsumsi suplemen omega-3, yang mengandung DHA dan EPA, tingkat kecemasannya berkurang. Tingkat kecemasan tersebut berkurang hingga 20 persen hanya dalam 12 minggu. Bahan makanan yang kaya omega-3 bisa berupa biji rami, walnut dan kedelai. Mengonsumsi sekitar dua porsi salmon dalam seminggu atau minyak ikan lainnya sudah mampu memenuhi kebutuhan kita. Demi memastikannya, kita bisa berkonsultasi dengan dokter.

Baca: BREAKING NEWS: Pesawat Lion Air Jakarta-Pangkalpinang Hilang Kontak

7. Oatmeal
Albertson menyebutkan, oatmeal juga membantu menghasilkan neutransmitter serotonin yang membantu mengurangi stres. Penelitian di Archives of Internal Medicine menunjukkan, mereka yang mengonsumsi karbohidrat merasa lebih tenang daripada mereka yang menghindarinya. Orang yang menghindari konsumsi karbohidrat justru merasa tertekan. Namun, tidak semua karbohidrat memiliki manfaat yang sama. Karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta dicerna tubuh lebih cepat dan meningkatkan gula darah. Inilah yang menbuat karbohidrat jenis ini dapat memperburuk suasana hati dan meningkatkan stres. Jadi, pilihlah karbohidrat kompleks seperti oatmeal, yang dicerna lebih lambat dan tidak meningkatkan gula darah.

8. Teh herbal
Riset dari University of College London menemukan, orang yang suka minum teh rendah risikonya mengalami stres. Mereka juga memiliki kadar kortisol yang rendah daripada mereka yang minum plasebo. Meksi teh yang dipakai dalam riset tersebut adalah teh hitam berkafein, kafein dapat meningkatkan respons stres pada banyak orang. Jadi, pilihlah minuman yang bebas kafein atau teh herbal. Kathie Swift, Ahli Gizi Integratif, mengatakan, minum teh herbal seperti chamomile, peppermint atau teh jahe mampu menenangkan saluran pencernaan. "Inilah yang dapat membantu meringankan stres dengan menenangkan sistem saraf di usus kita," kata Kathie Swift. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved