Berita Kabupaten Sikka Terkini

Jual Maumere, Melchias Mekeng Tak Berhenti Pentaskan Musik Jazz

Tiga kali berturut-turut menyelenggarakan acara musik Maumere Jazz Fiesta Flores, tak membuat penggagas Melchias Markus Mekeng berpuas diri

Jual Maumere, Melchias Mekeng Tak Berhenti Pentaskan Musik Jazz
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Andien dan Ivan Nestorman tampil dalam jumpa perss Maumere Jazz Fiesta Flores, Sabtu (27/10/2018) di Capa Resort Maumere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tiga kali berturut-turut menyelenggarakan acara musik Maumere Jazz Fiesta Flores, tak membuat penggagas Melchias Markus Mekeng berpuas diri. Tekadnya menjadikan festival Maumere Jazz Fiesta Flores sebagai ikon Maumere.

"Tahun 1980-an Maumere punya 'the best diving' di dunia, akhirnya rusak karena gempa bumi dan tsunami 25 tahun yang lalu. Saat ini terumbu karang baru mulai pulih lagi. Event musik jazz harus konsisten supaya menjadi ikon baru pariwisata Maumere," kata Melchias dalam jumpa pers festival Maumere Jazz Fiesta Flores, Sabtu (27/10/2018) di Capa Resort Maumere.

Festival Maumere Jazz Fiesta yang ketiga, Minggu (28/10/2018) menampilkan penyanyi Glenn Fredly, Andien, Ran, Reza Artamevia, Gilang Ramadhan, Ivan Nestorman, Adi Darmawan, dan Krisna Prameswara yang tergabung dalam Komodo Project serta Papua Original.

Baca: Andien Penasaran Ingin Tahu Penonton Maumere Jazz Fiesta Flores

Melchias menjabat Ketua Komisi XI DPR RI menyatakan, jika festival ini diselenggarakan konsisten, pada saatnya menjadi event internasional. Festival ini juga menjual Kota Maumere sebagai daerah wisata yang patut didatangi wisatawan asing dan manca negara.

Baca: Pensi Jurusan Ilkom Undana Kupang Berlangsung Meriah

Tema tiga kali event mengusung lingkungan hidup. Menjadikan Maumere sebagai daerah tujuan wisata, daerah harus bersih dan bebas sampah. Dunia harus tahu tentang Maumere,semua wisatawan datang ke sini.

"Pariwisata tidak bisa hidup dengan lingkungan yang kotor dan jorok. Kita tidak bisa maju kalau kotanya kotor. Saya tidak akan berhenti kampanye jaga lingkungan bersih. Bila semua bergerak akan menjadi masif kampanyekan bebas sampah," ujar Melchias.

Ia mengajak pemeritahan Kabupaten Sikka dibawah bupati yang baru memanfaatkan festival ini atau membuat festival lain.

"Efeknya ada. Hotel baru makin banyak dibangun, penumpang pesawat selalu penuh. Kita kesulitan cari tiket. Artinya orang yang datang ke sini semakin banyak," ujar Melchias. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved